in notes

Paranoid

INI SALAH SATU NASEHAT BAGUS, dan ya, gratis, dari seorang (mantan) teman tersayang, menjelang akhir hubungan platonik kami. Ini sedikit kutipannya kalo mau di catet “never digging your own graves”.

Tidak ada emosi apapun yang muncul di permukaan saat sesuatu itu benar – benar terjadi. Hanya cetak tebal kata – kata terakhir yang bisa kami tangkap. Situasi yang sulit, atau dangkal, atau tragis, bisa kami cerna dengan sederhana.

Lain lagi jika datang percakapan lain dari luar yang kami beri kesempatan untuk bernafas, dengannya kami bisa berkumpul ngopi bareng Garbage, Sound Garden, Smashing Pumpkins atau Alanis Morissette.

You wait and see when the smoke clears

You live you learn, you love you learn
You cry you learn, you lose you learn
You bleed you learn, you scream you learn

Tapi apapun itu intinya dengan modal yang minim, kami masih bisa gagah-gagahan, semuanya bisa jadikan bahan belajar bagi diri kami masing – masing. Bisa berpikir jernih. Dari mulai angin sepoy, sampai dengan badai itu benar – benar datang kepala kami selalu berada dalam kondisi dingin dan kosong, kosong dari prasangka buruk dan teori – teori konspirasi lainnya.

Dan sekarang, mulai terbangun bahwa kita,….Mmmmhhh kita? Ok ralat, saya, tidak bisa selalu dealing dengan banyak hal. Dealing dalam artian memastikan semuanya terkendali dengan baik. Hantu masa lalu, terjaga di tengah malam, isu- isu?

OK dan, sepertinya harus mengutip ini. We all lose somebody we care about and want to find some comforting way of dealing with it, something that will give us a little closure, a little peace. – Mitch Albon

Pfiuhh. Hah ko jadi paranoid gini yak?

Write a Comment

Comment