Kabar Baru dan Lain – Lain.

TIDAK BANYAK ORANG, yang mampu berlama-lama berada di lokasi tempat pembuangan sampah, di hutan yang belum terjamah, atau di pulau – pulau terpencil tak berpenghuni.

Tapi selalu ada bentuk kehidupan dan juga harapan di tempat-tempat yang ditinggalkan; ada yang bisa hidup dan menemukan ‘madu’ di tempat kotor di pembuangan sampah, suku sakai terlatih berjalan jauh ke dalam hutan belantara hanya untuk menemukan kayu bosi, Richard Byrd terobsesi dengan antartika, ia berhasil memetakan ratusan pincak hingga ribuan gletser di pulau tak berpenghuni. Edmund Hillary dan Sherpa Tenzing Norgay, keduanya malah menantang bahaya, mendaki puncak Everest di tahun 1953, saat dimana alat pendakian masih seadanya. Tidak semua yang ditinggalkan berarti kenestapaan.

Nah itulah mungkin, kurang atau lebih, analogi jawaban pas ngobrol bareng  Tuan Hiu Biru minggu lalu. Yang mana ia ngoceh tentang gagasan how to he dealing with life dan bagimana dapat feedback yang bagus  di kantor. Naif, idealis, dan mirip jurnal national geographic setengah tahun lalu, yang entah kenapa masih nyangkut saja di kepala sampai hari ini: Kabar Dari Langit, Tantangan Baru Menuju Bulan. Tidak heran teman – teman lainnya menyebutnya dengan sebutan “Hiu Penggerutu”.

Terlepas Tuan Hiu Biru menerima semua jawaban itu dengan nyengir. Kali ini mengutip dari ucapan karakter Gwen di Ghost Town: “We just get the one life, you know. Just one. You can’t live someone else’s or think it’s more important just because it’s more dramatic. What happens matters. May be only to us, but it matters”. Tidak ada tagihan kartu kredit, tidur nyaman, makan bareng teman – teman, itu saja sudah cukup. Terkadang tidak bersinggungan langsung dengan orang yang selalu ingin mengganjal perutnya dengan roti atau anggur itu mungkin adalah anugerah dengan caranya sendiri. Tentang kisah roman yang masih stagnan di “proses melulu”, hey, jodohkan di tangan Tuhan kan ya, jalan kehidupan mungkin akan membuat isi kepala seseorang menjadi kasar atau keras atau dingin, tapi jika urusannya dengan cinta, pasti ko, akan berubah menjadi lembut, hangat dan melankoli hahahahhaha.

Sedangkan untuk di tempat kerja. Menginjak 3 tahun dan masih menikmatinya. Lot of laught and happiness, sedikit berbeda dari tempat yang dulu, eh, banyak malah, disini momen – momennya lebih banyak dan kompleks, kebiasaan – kebiasaan, interaksi sesama dan lainnya, sebagian ada yang penting dan sebagian lagi tidak, tapi semuanya terlalu ajaib untuk tidak dijadikan pelajaran.

Dan yak, 3 Tahun ini saya banyak belajar, salah satunya:  Daun telinga, hal “kecil” pemberian Tuhan, adalah sesuatu yang sangat menakjubkan sekaligus aneh, unik, dan sangat acak. Yang mulai saya perhatikan secara serius fungsi detailnya dari setiap kepala orang – orang. Hahahahaha

Ah. We just get the one life. You can’t live someone else’s kan yah…hihihihi

 

Btw, ini post pertama. Blog lama untuk bacaan pribadi. Maap masih ada laman yang kosong, link tautan masih belum dibikin, posting juga belum banyak. *piss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *