Dosa

I love the fact thats I have found several great fact, thats Gods always save me in the last few minutes, when I wanna do an ridiculous fact. Come to think of it, God always help me out from doing in every ridicolous fact.

Percobaan untuk mengubur semua dosa – dosa di masa lalu ternyata nggak semudah yang dibayangkan. Setidaknya mereka selalu berhasil keluar dengan caranya sendiri-sendiri. Dengan buku, dengan detik -detik kehilangan yang selalu lalu lalang, atau mimpi. Dan mimpi (mimpi dalam arti yang sebenarnya), adalah salah satu yang paling sering ‘dilakukan’.

Marathon 3 hari berturut-turut, terbangun dengan keringat dingin sebadan – badan itu tidak bisa tidak dibilang kebetulan. In fact, gua nggak pernah percaya dengan apa itu namanya ‘kebetulan’.

Dan

Hari ke empat. Hatinya bilang “Hey, you’re not must to be like this” “Semuanya itu bukan kamu yang melakukan, kalian yang lakukan”, “Tidak seharusnya kamu sendirian menghadapi semua, pengakuan adalah  jalan keluar terbaiknya, minta maaf atau apalah”

Akhirnya. “Yasudah ini harus di selesaikan, apapun itu yang bakal kejadian di ujung nanti”

Lalu mandi, ganti baju, berkaca dan migrainnya kambuh. “Ya Tuhan, ini peringatan atau hukuman?”. Duduk bersandar  “Ya Alloh, ampuni saya”

Hampir pergi. Nggak sengaja lihat status ym si “Miss yang bisa dipercaya dari dulu” aktif di laptop yang nggak sadar ternyata masih terkoneksi. Sapa-sapa, akhirnya ketemuan.

Setelah cerita what have done dan what gonna do —Nggak tahu kenapa, setidaknya untuk saat ini, si neng ini kayaknya itu satu-satunya orang yang bisa dipercaya—. Dan dimarahin habis-habisan.

Habis-habisan not on to what have I done-nya. Tapi lebih karena poin yang kedua itu, katanya, adalah poin yang ter-gak penting, dari semua hal yang gak penting yang pernah gua lakukan, dan manusia yang paling gak pentingpun, gak akan pernah pikirannya sampai kesitu. Damn.

“Semuanya pasti beres, tapi tidak saat ini, tidak dengan cara ini”. Katanya

“Sekarang kamu cuma bisa masukan semua ini ke kotak. Semacam kotak pandora lah, biar nggak bersrakan kemana – mana”. Lanjutnya.

Dalam hati “Apa itu kotak pandora?”. Yang keluar “Oh”.

***

Well nggak tahu ya. Nggak tahu darimana pikiran itu datangnya, mungkin udah terlalu sering liat kejahatan – kejahatan kali yak?, terlalu sering jahat – jahat ke orang kali yak? Jadi semuanya itu tampak benar dan tulus, tampak seperti jalan tol yang telah dibikinkan oleh Tuhan. Meskipun itu bakalan ancurin kehidupan satu keluarga, teuteup aja kelihatannya seperti jalan tol.

Pernah baca tentang dosa yang paling hina. Yaitu mencuri. “Saat kamu mencuri uang dari seorang bapak, kamu mencuri isi perut dari seorang istri, mencuri isi perut dari 1-2 atau lebih anak, mencuri tawa dari 1 keluarga. Mencuri kebahagiaan.

Andai saja gua bener – bener melakukan semuanya ini tadi. Sepertinya gua akan mencuri kehidupan 1 keluarga, dan itu udah hina dari yang terhina. I hav stealth once in my life in the fast, not for the second, not a little bit, not even for a second. Nggak dan nggak akan pernah lagi deh.

Mungkin bener, semuanya harus disimpan dulu, di kotak, kotak pandora, walapun gak pernah tahu bentuknya seperti apa itu si ‘kotak pandora’.Huft

Dan semoga waktu yang di katakan ‘miss yang bisa dipercaya dari dulu’ itu emang ada. Udah nggak kuat nanggung semua ini, kalopun ini mungkin yang disebut proses, semoga prosesnya nggak seperti  berlari denga gerakan lambat kayak di film “The Six Million Dollar Man” yang kemarin nonton dvd jadulnya.

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *