A Cat In My Eyes

A Cat In My Eyes :
Karena bertanya tak membuatmu berdosa
By Fahd Djibran

Publisher,GagasMedia.2008

First think first.Its shame to be told.Waktu gua pulang setelah beli buku ini,in which is 2 weeks ago.Saat itu urat malu gua udah hampir putus dan sempet tidak berfungsi untuk beberapa saat lamanya,mmmhhh.For 1 X 24 jam I guess

Bagaimana nggak coba ???.Gua dengan sotoy-nya dan suara yang keras pula nanya ke si mba-buku ; ” MBA MBA ADA BUKU YANG JUDULNYA A CAT IN MY ASS NGGAAAKKK ??? “

“Another,stress-scumbag-guys…???”.She thinks.Maybe
“Another way, face off-transplant …#$% “.I feels.Of course

Gara – gara nya si ‘RRN’ ngasih tahu judul buku ini dengan spelling yang gak jelas pake hape-nya yang gak jelas juga.Yaa Iyaaalahhh,secara hape nya cap CUANKIE getoohhh !

( Aeyis,girls,AEYISSSSS ! bukan ESSSHH !,ONYOOONNNN…!!!)

Dan itu memperpanjang rekor gua yang selalu act fool depan cewek cakep.DAMN!

( It was my faith ? or Was it my faith ?.Arrrggghhhhh,DAMN lagi ! )

Ok.Lets talk about this book

I know,I know,gua mungkin terlalu banyak baca buku atau novel dari pengarang bule yang udah di translate gituh.Kalopun ada yang dari dalem.Itu pun sangat sedikit sekali.Hanya ES ITO,Andrea Hirata,Sitor Situmorang,Chairil Anwar,Ayu utami dan Dee.Selebihnya? Alexander Romanoff,James Rollin,dan kawan-kawan sebangsanya

Dan Fahd Djibran.

Nendang kepala gua.Untuk mulai baca – baca lagi karya pengarang – pengarang dalam negeri.”HELLOOO,kenapa juga gagas ngeluarin buku-nya baru sekarang – sekarang ini !?? “

Di Cat In My Eyes.Gua baru nemuin lagi bahasa yang jayus tapi tetap membumi,feminist dan maskulin di saat yang bersamaan,simplistik tapi tetap berwarna,dan intens-nya si penulis dengan media-nya,yaitu seekor kucing.Yang begitu kuat

Fahd meng-execute semua yang ada di kepalanya dengan baik.Two thumbs up for you FAHD !

( JUJUR !.Gua udah gak sabar pengen liat ( baca ) karya selanjutnya dari Fahd tapi dengan media yang berbeda,gua pengen media-nya bukan kucing.Mmmmhhhh,Babon mungkin ? WHUAAAAAAA!!!!)

Dan.Bahasa yang di gunakan Fahd dalam meng-konversikan idenya kedalam tulisan-nya itu loh,pas bacanya sempet ada pertanyaan – pertanyaan yang lewat di kepala gitu aja,seperti ; ” Ko bisa ya nulis kaya gini ?”, ” Ko,bisa kepikiran nulis yang seperti ini ?” or yang lebih ekstrim lagi ” Makan apa dia,sampe bisa nulis semuanya ini ?”.Makan dodol garut aja gak mungkin akan ngefek ke otak sampe sebegitu-nya kan?

Dan untuk itu,Fahd nendang gua sekali lagi
(Dan untungnya juga.Gua masih ganteng walau udah di tendang dua kali,HEUHEUHEU..)

Gaya nulis-nya?.Sama ini juga

Gaya yang dipakainya mirip-mirip dengan Kahlil Gibran kalo kata gua,but dengan sedikit intonasi yang jelas kaya punya-nya Sitor Situmorang ( or mungkin karena gua fan berat-nya opung Sitor kali ya ? )

Dalam artian,bahasa yang dipakainya itu mungkin jayus tapi tetep quote-friendly.Ya seperti yang gua tulis di atas tadi.Colourfull simplistic,simplistik yang berwarna ( apaaa coba ? )

BTW, tau kan Kahlil Gibran ? Kalo Sitor Situmorang ?

Kahlil Gibran.Orang Lebanon
Sitor Situmorang.Orang Batak
( duh,kaya-nya gak penting deh!,penting nggak sih ? )

In the end. A Cat In My Eyes adalah sebuah terobosan.Menurut gua,at least.Gak sia – sia gua malu sama si Mba-buku pas beli ini.

PS : Inget ya ! A Cat In My Eyes bukan A Cat In My Ass !

Currently listening to :
Alanis Unplugged
It Was Hoping
By Alanis Morissette

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *