Kotomi dan Sherlock Holmes

Kalo mau di-list pelajaran hidup pasca bolakbalik Pangalengan – Baleendah – Kantor DInas Blablabla dan membaca Sherlock Holmes.

 1. Otak manusia pada awalnya adalah loteng kecil yang kosong, dan kau harus mengisinya dengan perabot yang sesuai dengan plihanmu. Orang bodoh akan mengambil semua informasi yang ditemuinya, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit ditengah – tengah atau tercampur dengan hal – hal lain. Orang bijak sebaliknya, dengan hati – hati ia memilih apa yang dimasukkan ke dalam loteng-otaknya. Ia tidak akan memasukkan apapun kecuali peralatan yang akan membantu dalam melakukan pekerjaannya, sebab peralatan ini saja sudah sangat banyak.

Tapi Tata Surya? protesku. Kalaupun bumi bergerak mengitari bulan, itu tidak akan mempengaruhi pekerjaanku, jawab Sherlock Holmes

2. Sepertinya negara kita tercinta ini masih ada di level Negara Kotomi, atau setidaknya, semoga, itu hanya ada di koloni ini, semua kepentingan, entah itu yang menyangkut hajat hidup satu orang, atau yang menyangkut hajat hidup banyak orang. Akan Ter-(atau ‘di’, silahkan pilih katakerja yang paling pas) Kotomi oleh sentimen – sentimen pribadi. Setan!

Currently – Reading

Sherlock Holmes
Koleksi Kasus 1
Sir Arthur Conan Doyle

Can’t Stop Playing

Katanya George Bernard Shaw. “We stop playing because we grow old; we grow old because we stop playing.”

Dan kalo boleh nambahin diantara kata ‘Playing” dan “Grow” itu terselip satu kata. Senang.

Kalo mau dipanjangin. Senannnnggggg.

Muda Dan Berbahaya

Reuni SMP.

Bukan jenis acara yang mewah, tapi setelah 18 tahun terpisah, semua hal yang remeh-temehpun bisa menjadi tampak wah.

Tuan Hoobastank misalnya, yang dulunya berandalan, sekarang menjadi bijak dan sakti kayak Dumbledore, Tuan FunkNotDeath lain lagi, katanya kabar kabur, doi khatam berkali – kali kisah – kisah para sahabat nabi. Amazing. AMAZINGGG!

Putri Acakacakan, sekarang boleh ada di barisan depan, untuk audisi model videoklip lagu John Mayer, Your Body Is Wonderland. Pun begitu dengan Si Kecut, sekarang senyumannya manis, manis semanis madu.

Belum yang lain, damn where I have been, rata – rata berubah 100 persen baik dari karakter ataupun penampilan. Dulu ugly duck, sekarang beauty swan, dulu bumi sekarang langit. Sepertinya kisah – kisah negeri dongeng sedang berjalan-jalan di atas bumi. Pram salah karena pernah bilang cerita bahagia hanya terjadi di surga. “Maafkan saya tuannya buku, kali ini kita berbeda, kali ini saja”

Sebagian dari Ibu – ibu

Sebagian dari Bapak – bapak
All of us

Somehow. Orang – orang bijak mengatakan bahwa fitrahnya waktu itu mengajarkan, tapi kalo boleh menambahkan, selain mengajarkan ternyata waktu juga bisa mendewasakan. Indikatornya, lihatlah kami, dulu kami adalah orang – orang muda dan berbahaya. Sekarang bolehlah berbesar rasa, semuanya berhati ceria dan mulia.

🙂

Amiinnnn.