Can’t Stop Playing

Katanya George Bernard Shaw. “We stop playing because we grow old; we grow old because we stop playing.”

Dan kalo boleh nambahin diantara kata ‘Playing” dan “Grow” itu terselip satu kata. Senang.

Kalo mau dipanjangin. Senannnnggggg.

Muda Dan Berbahaya

Reuni SMP.

Bukan jenis acara yang mewah, tapi setelah 18 tahun terpisah, semua hal yang remeh-temehpun bisa menjadi tampak wah.

Tuan Hoobastank misalnya, yang dulunya berandalan, sekarang menjadi bijak dan sakti kayak Dumbledore, Tuan FunkNotDeath lain lagi, katanya kabar kabur, doi khatam berkali – kali kisah – kisah para sahabat nabi. Amazing. AMAZINGGG!

Putri Acakacakan, sekarang boleh ada di barisan depan, untuk audisi model videoklip lagu John Mayer, Your Body Is Wonderland. Pun begitu dengan Si Kecut, sekarang senyumannya manis, manis semanis madu.

Belum yang lain, damn where I have been, rata – rata berubah 100 persen baik dari karakter ataupun penampilan. Dulu ugly duck, sekarang beauty swan, dulu bumi sekarang langit. Sepertinya kisah – kisah negeri dongeng sedang berjalan-jalan di atas bumi. Pram salah karena pernah bilang cerita bahagia hanya terjadi di surga. “Maafkan saya tuannya buku, kali ini kita berbeda, kali ini saja”

Sebagian dari Ibu – ibu

Sebagian dari Bapak – bapak
All of us

Somehow. Orang – orang bijak mengatakan bahwa fitrahnya waktu itu mengajarkan, tapi kalo boleh menambahkan, selain mengajarkan ternyata waktu juga bisa mendewasakan. Indikatornya, lihatlah kami, dulu kami adalah orang – orang muda dan berbahaya. Sekarang bolehlah berbesar rasa, semuanya berhati ceria dan mulia.

🙂

Amiinnnn.

Sistem Kejut

Ada yang bilang kalo hidup selalu menghadirkan kejutan – kejutan. Entah itu kejutan kecil maupun kejutan besar, yang jadi jalan bagi kita menuju beranda harapan, atau cuma menambah frekuensi kambuhnya migrain bawaan. Itulah makanya saya masih suka aneh (sekaligus salut), buat orang- orang yang suka akan kejutan – kejutan. Karena seringkali, pada beberapa kasus, kejutan itu mematikan.

Kejutan pertama datang di awal tahun. Bukan hal yang terlalu penting, tapi ko yak terlalu ajaib kalo sampe ga dicatat. Berkaitan dengan naik – turunnya roda pertemanan.

Saya pikir unsur – unsur desperation, sweet nothing atau bitter nothing, dan romansa itu hanya milik perempuan, dan itu ternyata salah, setidaknya itu salah jika maskulinitas dihajar terus tanpa jeda melalui berbagai cara. Dengan cara platonik adalah salah satunya. Dan iya, dengan cara inilah kekacauan terjadi dimana – mana.

Dan setelah berbagai macam kekacauan, setengah mati saya coba mendefinisikan ulang apa itu platonisme yang sebenarnya. Dan hanya, cuma, sekedar, bisa menangkap nuansa – nuansa yang coba dibangunnya saja, sedikit aneh, tidak signifikan, kurang peka, arogan, tapi keukeuh pengen saya simpan dan saya garis bawahi sebagai catatan kaki;

Ada teman perempuan yang hanya cocok buat diajak keluar – berbagi rokok sambil jalan – jalan malam, ada yang hanya bisa ketemu di tempat jemuran dan sedikit berbagi beban kehidupan, ada yang hanya asik dibawa ke undangan buat gaya – gayaan, ada yang hanya nyaman pas diajak ciuman tapi gak bisa diajak ke pelaminan.

Well ya dari kekacauan yang ditimbulkannya saya juga belajar, atau setidaknya mencoba paham bahwa dipercayai dan mempercayai juga manusia. Dia bisa dibelokkan dengan cara apa saja, dan oleh siapa saja. Jadi lain kali, gak usah soksok-an kaget dan jangan banyak tanya kenapa – kenapa deh.

Kejutan yang lain datang dari si anak. Gita.

Minimnya intensitas pertemuan, moods yang kadang timbul, kadang tenggelam, kadang timbul dan tenggelam, bisa jadi alasan (walaupun gak akan pernah bisa dijadikan pembenaran) saya melewatkan detail – detail pertumbuhannya. Mungkin waktu memang sedang berjalan cepat, terlalu cepat malah, Gak kerasa udah gede ajah.

Takjub dan terharu secara bersamaan pas liat kenyataan bahwa dia tumbuh jauh lebih baik dari segala kemungkinan yang pernah saya bayangkan.

Belum lagi dengan segala sikap dan bagaimana cara dia handle kesalahan – kesalahan buatan bapaknya di masa lalu.

Nah pas diinget – inget lagi. Rasanya hampir separo perjalanan hidup habis buat coba bayar rengekan-rengekan kecilnya yang hilang, pait bener rasanya liat bapabapa yang lain panik pas anaknya nangis di mall gara – gara pengen maenan, atau cuma pengen dibeliin mahkota princes Elsa tapi kemahalan. Nyesek pas liat anak perempuan ngadu ke bapanya gara-gara digangguin sama temen – temen cowonya pas maenan “Putri duyung dan Dinosaurus”?.

And every litte things yang seharusnya kami lalui bersama tapi ternyata tidak.

But it was so dramatically magics, atau dramatically miracles kali yak? Dia berhasil tumbuh tanpa emosi yang bergemuruh,

Pada derajat tertentu misalnya, dengan mudah dia bisa merubah dirinya menjadi air diatas watak api saya yang sedang menyala – nyala. Melihatnya, ada satu pertanyaan yang tiba – tiba muncul dikepala. I am a man, and I’m cried, it is ok?

Dan okay, seringkali ‘normal’ bukan kata sifat yang yang bermakna baik buat saya. Tapi kali ini rasanya, menyenangkan sekali menjadi seorang  ‘normal’. Alhamdullilah tiada putus.

And oh by the way, selamat ulang tahun nak, love you sooo much :*

Lalu beranjak ke kejutan berikutnya. Nah yang ini terkait sama kerjaan, kerjaan baru tepatnya.

Yay di tahun ini, ga ada angin ga ada hujan,  kerja di lingkaran baru, Tepatnya di salah satu dinas pemerintahan.

Belum banyak yang bisa diceritakan, masuk list kejutan mungkin karena tempat ini memaksa saya dealing dengan hal – hal baru; Bersinggungan langsung dengan apa itu namanya birokrasi, politik praktis, isu – isu sensitif, administratif, perjalanan dinas, aparatur, etc-etc yang ga pernah lewat sekalipun di kepala sebelum tahun ini, atau di tahun – tahun sebelumnya. Hal – hal yang membuat saya, kalo boleh jujur, menjadi kikuk.

Anyhow, from all those things, along with hal-hal baru ini. Bener apa yang di katakan Chuck Palahniuk dalam Choke-nya, “Yes terrible things happen; but sometimes those terrible things, they save you.”

Bulan – bulan yang akan datang akan datang lagi kejutan – kejutan lagi pastinya. Entah itu yang bakal bawa kebahagian atau cuma ngirim bahan – bahan tangisan. Gak pernah tau harus ngapain, tapi yang pasti sih, katanya si teteh itu, coba istiqamah dalam semangat aja kali yak. Cie istiqamah…kamana atuh istiqamah, hehehehe.

Istiqamah yak  teh? istiqamah? 🙂