Lebaran

SIAPAPUN TAHU: Malam lebaran adalah malam kemenangan, saat takbir dikumandangkan dimana – mana, berbagai salam dan ucapan mengalir deras tak terkira. Malam kemenangan yang tak boleh dilewatkan.

Dan jika memang ada sesuatu yang dinamakan “resolusi lebaran”. Lebaran kali ini resolusinya tetep sama seperti lebaran tahun kemaren, dan tahun kemarennya lagi: Pengen menjadi orang yang pandai bersyukur, menjadi orang yang pandai bersyukur saja sudah cukup, sekarang udah ga pengan yang lain lagi.

Setelah Isya tadi sempet lihat keluar jendela, ada ponakan – ponakan nyebrang jalan, berlarian ke mesjid sambil mengumandangkan takbir. Ko rasanya sedih yak…Kayak ada sesuatu yang masih menganga di hati, tapi ndak tahu di hati yang sebelah mana. Man, I’m very mature for my age, but also have erronous in lot of ways. Dan salah satunya dalam hal “syukur’ ini. Huks

Nb: Semoga kamu nanti bisa menutupi celah ini ya Pi. Hehehe

Milan Kalah

KADANG KALA, kepala rasanya bisa berat hanya karena alasanya yang sepele, malah lebih sepele daripada masalah upil nyelip di bawah meja. Milan kalah atas Arsenal di Europa League adalah salah satu contohnya.

Untuk sebagian besar orang, kekalahan adalah hal yang biasa, apalagi dalam sepakbola, tapi tidak dengan kami, para supporter garis keras ini. Disaat tim kesayangannya kalah, (entah itu sebagian atau seluruh dari ) dirinya pun ikut kalah.

Huks

Lanjut

LANJUTAN dari postingan yang ini

if A (Show_Price)SetPrice("Daily Mid", Time[0], indexbuffer_1[0], Green);

dan

if B (Show_Price)SetPrice("8H Mid", Time[0], indexbuffer_0[0], Red;

Dimana jika B > A = B dan jika B < A = S

Have a nice weekend. Semoga berbahagia.

Kembali Ke Bisnis (Dengan Lebih Canggih)

SAYA TIDAK PERNAH benar – benar menjadi penggemar bahasa pemograman (walaupun pada faktanya, saya tidak pernah benar – benar menjadi penggemar akan apapun dalam 3 tahun terakhir ini).

Mungkin karena bahasanya yang terlalu mewah, sementara kepala saya terlalu ringkih. Tapi jika itu bersinggungan dengan variable “waktu”, atau nyerempet – nyerempet, walaupun tipis, dengan standar deviasi dan turunannya: mean-modus-median. Akan saya coba sampai berbusa.

Potongan kecil ini mungkin akan menjadi awal, dan mungkin saya akan sering berhubungan dengannya nanti:

//case PERIOD_M1:
periode = 1440;
return;

//case PERIOD_M5:
periode = 288;
return;

Variabel diatas adalah variable standar deviasi yang menggunakan waktu sebagai acuan utama (case PERIOD_M1) dan (case PERIOD_M5). Kudet? Memang. Potongan ini saya ambil dari salah satu forum fx yang berbasis di Indonesia, yang mana ini dibuat tahun 2010, kurang atau lebih. Alamak, where I have been. :\

Sebelumnya saya hanya menggunakan cara konvensional, yakni menarik garis lurus di timeframe tertentu untuk mendapatkan area equilibirium, area kesetimbangan.

Dan waktu terus berjalan, dunia semakin tua, saya jugak. Hehehhe. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kata Pepatah Jerman mah.

Kabar Baru dan Lain – Lain.

TIDAK BANYAK ORANG, yang mampu berlama-lama berada di lokasi tempat pembuangan sampah, di hutan yang belum terjamah, atau di pulau – pulau terpencil tak berpenghuni.

Tapi selalu ada bentuk kehidupan dan juga harapan di tempat-tempat yang ditinggalkan; ada yang bisa hidup dan menemukan ‘madu’ di tempat kotor di pembuangan sampah, suku sakai terlatih berjalan jauh ke dalam hutan belantara hanya untuk menemukan kayu bosi, Richard Byrd terobsesi dengan antartika, ia berhasil memetakan ratusan pincak hingga ribuan gletser di pulau tak berpenghuni. Edmund Hillary dan Sherpa Tenzing Norgay, keduanya malah menantang bahaya, mendaki puncak Everest di tahun 1953, saat dimana alat pendakian masih seadanya. Tidak semua yang ditinggalkan berarti kenestapaan.

Nah itulah mungkin, kurang atau lebih, analogi jawaban pas ngobrol bareng  Tuan Hiu Biru minggu lalu. Yang mana ia ngoceh tentang gagasan how to he dealing with life dan bagimana dapat feedback yang bagus  di kantor. Naif, idealis, dan mirip jurnal national geographic setengah tahun lalu, yang entah kenapa masih nyangkut saja di kepala sampai hari ini: Kabar Dari Langit, Tantangan Baru Menuju Bulan. Tidak heran teman – teman lainnya menyebutnya dengan sebutan “Hiu Penggerutu”.

Terlepas Tuan Hiu Biru menerima semua jawaban itu dengan nyengir. Kali ini mengutip dari ucapan karakter Gwen di Ghost Town: “We just get the one life, you know. Just one. You can’t live someone else’s or think it’s more important just because it’s more dramatic. What happens matters. May be only to us, but it matters”. Tidak ada tagihan kartu kredit, tidur nyaman, makan bareng teman – teman, itu saja sudah cukup. Terkadang tidak bersinggungan langsung dengan orang yang selalu ingin mengganjal perutnya dengan roti atau anggur itu mungkin adalah anugerah dengan caranya sendiri. Tentang kisah roman yang masih stagnan di “proses melulu”, hey, jodohkan di tangan Tuhan kan ya, jalan kehidupan mungkin akan membuat isi kepala seseorang menjadi kasar atau keras atau dingin, tapi jika urusannya dengan cinta, pasti ko, akan berubah menjadi lembut, hangat dan melankoli hahahahhaha.

Sedangkan untuk di tempat kerja. Menginjak 3 tahun dan masih menikmatinya. Lot of laught and happiness, sedikit berbeda dari tempat yang dulu, eh, banyak malah, disini momen – momennya lebih banyak dan kompleks, kebiasaan – kebiasaan, interaksi sesama dan lainnya, sebagian ada yang penting dan sebagian lagi tidak, tapi semuanya terlalu ajaib untuk tidak dijadikan pelajaran.

Dan yak, 3 Tahun ini saya banyak belajar, salah satunya:  Daun telinga, hal “kecil” pemberian Tuhan, adalah sesuatu yang sangat menakjubkan sekaligus aneh, unik, dan sangat acak. Yang mulai saya perhatikan secara serius fungsi detailnya dari setiap kepala orang – orang. Hahahahaha

Ah. We just get the one life. You can’t live someone else’s kan yah…hihihihi

 

Btw, ini post pertama. Blog lama untuk bacaan pribadi. Maap masih ada laman yang kosong, link tautan masih belum dibikin, posting juga belum banyak. *piss