The Penguins

High credits for the character makers: Skipper, Kowalski, Rico, and Private. They are marvelous.

Everybody loved, great scene treatments.

Skipper: Kowalski, what’s our trajectory?
Kowalski: Ninety-five percent certain we’re still doomed.
Skipper: And the, uh… other five percent?
Kowalski: Adventure and glory like no penguins have ever seen before.
Skipper: I’ll take that action.

And oh, tons of quote-able discourse too.

Friends

Kalo misalnya ada nominasi di negeri ini untuk kategori stasiun televisi paling baik, saya pasti akan votes Net. Alasannya sederhana, soalnya Net udah mau menanyangkan kembali serial friends setiap sabtu – minggu, mulai dari jam 10 sampe jam 11 malem, 2 episode sekaligus.

Dan Kalo Net berani nanyangin friends setiap hari, saya akan votes mereka sebagai stasiun tv paling baik sedunia. Orang – orang selalu berbicara tentang sesuatu yang baru itu butuh inovasi, tanpa inovasi pastilah akan jadi barang usang dan ditinggalkan, tapi ada sesuatu yang gak perlu inovasi, dan tanpa inovasi dia tidak akan pernah usang dan tidak akan pernah ditinggalkan, friends adalah salah satunya.

Cukup dengan lukisan kaca di kafe bertuliskan: “Central Perk”, The Insomnia kafe yang legendaris itu saja, udah cukup jadi mesin waktu murah yang bisa melemparkan saya ke masa – masa dulu, dimana jokes – jokes yang bermutu itu pernah dan berhasil dibuat.  Di Central Perk, anak – anak yang tumbuh di era menjelang 2000, diasah untuk mempunyai taste-bodor yang gak kampungan even dia hidup dan besar di kampung.

Rachel (jeniffer Aniston), Monica (Courteney Cox), Pheebs (Lisa Kudrow), Joey (Matt LeBlanc), Chandler (Matthew Perry), dan Ross ( David Schwimmer). Mempertontonkan bagaimana caranya berteman dan mentertawakan masalah hidup bersama – sama, lalu mengatasinya secara individu ataupun secara kolektif, hidup tidak akan selalu mudah, tapi juga tidak ada yang terlalu berat begitu kira – kira pesan yang pengen disampaikan.

And oh, anyway, Pheebs.

Tanpa mengensampingkan figure – figure lain, atau mempertanyakan kembali perempuan yang seksi itu adalah perempuan yang mempunyai selera bodor yang tinggi. Selalu mempunyai moment – moment yang mudah diingat dari sosok yang satu ini.

Ceritanya Monica, Rachel dan Phoebe melalukan ritual to get rid of bad-boyfriend karma’s.

Phoebe: Okay, now we need the sage branches and the sacramental wine.
Monica: All I have is oregano and a Fresca.
Phoebe: That’s okay. (dengan mimik dan gesture muka yang lempeng – serius, like she’s always did)

Lanjutannya, setelah semua barang – barang yang diperlukan itu disiapkan, Phoebe bilang: All right, now we need the semen of a righteous man.

Rachel: OK, Pheebs, you know what? If we had that, we wouldn’t be doing the ritual in the first place?