Tony Montana Side A

Gak nyangka, tuan pengawas kebijakan pemerintah punya dvd Scarface, diputar terus berulang – ulang, dan akhirnya tahu kenapa cerita tentang tahanan politik kuba itu bisa jadi salah satu film ‘harus nonton’ dekade ini versi imdb.

Quotes-quotesnya nggak akan pernah habis dimakan jaman, ceritanya, Al Pacino-nya, semuanya itu,…More epics then ‘Ada Apa Dengan Cinta’.

Btw, katanya Tony Montana;

In this country, you gotta make the money first. Then when you get the money, you get the power. Then when you get the power, then you get the women. 

 Bisa nggak yah kalo dibalik?

Sunday At…

Selain sering terbangun dengan merasa akan banyak hal baik yang akan datang di tahun ini. Sepertinya tahun ini juga jadi bisa menemukan makna lain dari satu cerita melalui cerita yang berbeda.

Misalnya kemarin malam, menemukan makna baru “you’re never really asleep, and you’re never really awake”-nya Fight Club, di Sunday at Tiffany’s.

Intinya sih bukan pada cerita Sundays-nya itu. No, no, no, bukan pada temen khayalan yang menjadi teman hidup. Atau segala hal yang bisa bikin dirinya menari depan cermin sendirian dengan gambar hati dimana – mana. Tapi saat akan menentukan pilihan. Saat ketika ada konsekuensi dan tanggung jawab. Saat berdiri di persimpangan dan ada bisikan – bisikan “The right choice isn’t always the best choice”

Tyler Durden plus Michael, ingin mendobrak pakem kenyamanan yang udah ada dengan memberikan plihan yang lain. Bukan pada apa yang orang lain liat, orang lain katakan “Kamu hebat”, “Kamu punya kehidupan yang luar biasa”, “kamu etc-etc-etc”, yang kadang itu menempatkan level kebahagian (baca: kenyamanan) seseorang di tempat yang tidak seharusnya. Arogan, menyepelekan, menempatkan seseorang untuk menjadi raja atau menjadi naga, tidak bertanggung jawab.

Wuih, seandainya tahu ini beberapa tahun lalu, atau bulan deh, sepertinya akan lebih militan lagi dalam menjaga dan mempertahankan idealismenya.

*garuk-garuk kepala

RRRRRRR ERRRGGHHH AAARGHHHH

Sebelum menjadi top spooky monster di Monster Inc (2001), Mike dan Sulley bertemu di Monster University, keduanya mengambil jurusan yang sama, scarer.

Smooth + colourfull animations (uh Pixar, as always), greats plot, georgeous prequel, love it.

Sulley: I act scary, Mike. But most of the time, I’m terrified.
Mike: How come you never told me that before?
Sulley: Because,…..Because, we weren’t friends before.

Whatever lies beyond right and wrong,…True friends supposed to make you a better person.

Where The Wild Thing Are

Sepertinya Spike Jonze bukan membuat sebuah film untuk anak-anak yak. Dia membuat film tentang ‘bagaimana rasanya menjadi anak – anak’, lengkap dengan masa – masa transisinya, masa – masa tumbuh, masa – masa aneh, masa – masa bagaimana seharusnya menjadi seorang anak yang akan tumbuh dewasa, dan mencoba untuk menjadi sesuatu (Alhamdullilah yah, sesuatu? Hehehe).

Douglas: Will you keep out all the sadness?
Max: I have a sadness shield that keeps out all the sadness, and it’s big enough for all of us.

Dan Jonze, setidaknya, jika kita melihat apa yang telah diangkatnya, dengan mengesampingkan hitam dan putih apa itu film anak-anak. Berhasil mengangkat impian kebanyakan anak laki – laki di dunia, to have sadness shield, wich will shield-ed all people who his care from being touched by the sadness.

Nonton si “Where the wild things are’ dilain sisi, walaupun masih meraba-raba dalam gelap, jadi sadar akan arti galau yang sebenernya. Galau itu adalah, saat kita nyablak pada seseorang (siapapun itu, your mother, your sister, your girl friends), kita berjanji untuk melindungi mereka dari apapun atau siapapun, padahal sebnernya kita mulai mengeluarkan bagian terliar dari diri kita, and mostly, it will hurt them.

Where the wild things are?
There’s one in all of us.