Normalisasi Jam Hidup

Setelah (-/+) 1 Bulan terakhir disibukan dengan pendataan ini – itu, linieritas etc – etc.

Akhirnya kembali ke siklus hidup manusia (normal), atau setidaknya sedang dalam perjalanan menuju ke titik itu. Walaupun masih tetap dalam mode siaga, kalo – kalo ada panggilan dadakan dan semacamnya, tapi at least waktunya sekarang lagi agak banyak, jadi cukup buat normalisasi jam hidup.

Lain dari itu. Seneng liat gestur – gestur gembira di wajahnya bapak – ibu guru hari ini, terlepas dari konotasi lain dari kata ‘ingat’, kali ini saya sepaham dengan apa yang dikatakan wali – wali, dan ustad -ustad, dan tetua – tetua, dan motivato – motivator, dan para icon perubahan, baik itu yang tersurat di manuskrip kuno ataupun yang muncul secara pop-ups di iklan youtube. Bahwa menjadi jalan hadirnya kebahagian itu menyenangkan.

Kotomi dan Sherlock Holmes

Kalo mau di-list pelajaran hidup pasca bolakbalik Pangalengan – Baleendah – Kantor DInas Blablabla dan membaca Sherlock Holmes.

 1. Otak manusia pada awalnya adalah loteng kecil yang kosong, dan kau harus mengisinya dengan perabot yang sesuai dengan plihanmu. Orang bodoh akan mengambil semua informasi yang ditemuinya, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit ditengah – tengah atau tercampur dengan hal – hal lain. Orang bijak sebaliknya, dengan hati – hati ia memilih apa yang dimasukkan ke dalam loteng-otaknya. Ia tidak akan memasukkan apapun kecuali peralatan yang akan membantu dalam melakukan pekerjaannya, sebab peralatan ini saja sudah sangat banyak.

Tapi Tata Surya? protesku. Kalaupun bumi bergerak mengitari bulan, itu tidak akan mempengaruhi pekerjaanku, jawab Sherlock Holmes

2. Sepertinya negara kita tercinta ini masih ada di level Negara Kotomi, atau setidaknya, semoga, itu hanya ada di koloni ini, semua kepentingan, entah itu yang menyangkut hajat hidup satu orang, atau yang menyangkut hajat hidup banyak orang. Akan Ter-(atau ‘di’, silahkan pilih katakerja yang paling pas) Kotomi oleh sentimen – sentimen pribadi. Setan!

Currently – Reading

Sherlock Holmes
Koleksi Kasus 1
Sir Arthur Conan Doyle