Yang Acak Tentang Ide

Jika ada yang namanya ‘resolusi ramadhan’. Resolusi ramadhan saya tahun ini adalah hijrah, hijrah menjadi seseorang yang lebih baik, atau menjadi sesuatu yang lebih baik, atau menjadi apalah, you named it, asal masih berupa kata sifat yang bermakna positif, karena katanya Max Havelaar, – walaupun masih meraba – raba dalam gelap artian yang sebenarnya -, “Kita bersukacita bukan karena memotong padi; kita bersukacita karena memotong padi yang kita tanam sendiri”. Dan ya hijrah, adalah salah satu jenis padi dari sekian banyak jenis padi yang akan dan harus saya tanam sendiri di tahun ini.

Tapi sekarang Agustus, dan masih saja terbangun dengan semangat yang sama; I think I don’t care much for the world that I live in, where visibility is much appreciated than ability, and facts are not as important as the perception of it ?

Nah-nah-nah, kemaren malem dengan terengah – engah mengikuti larinya Sophie sampai halaman 178, dan sepertinya mulai bisa mem-peta-kan ide; Tidak ada ide bawaan. Bahwa ide lebih nyata daripada fenomena alam.

(tarik napas panjang)

 (seduh kopi)

 (ketuk – ketuk meja)

(nyalain rokok)

 (nyalain winamp )

 Sekarang winamp dalam mode acak, ada beberapa boyce avenue, U2, Tracy Chapman, Isyana Sarasvati dengan Tulus datang dan pergi setelah Phil Collins.

 (mikir keras)

Ah, masih ga yakin apakah ini bisa dibilang baik atau buruk, toh saya sepenuhnya sadar bahwa saya tidak berhak menilai sendiri bahwa sesuatu itu baik, buruk, penting, berharga, atau sia-sia. But I think I must start to cares the world that’s I lived in, more.

Curently reading;
Dunia Sophie – Jostein Gaarder