Ketemuan

Janji ketemuan bareng teman lama sore – sore, cewe. She looks so thin but still full of smiles. Kurus – kurus tapi pas makan mie basonya lahap sekali doi.

Dan yak, begitulah anomali besar bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan objeknya bisa apa saja ternyata, bohong kalo ada yang bilang anomali besar hanya terjadi pada pemansan global dan atau ketika terjadi pergeseran ekstrim lempeng bumi.

See you again friends. Soon 🙂

Keras Kepala

Membuka kembali cerita di minggu – minggu belakangan, ternyata ada banyak cerita yang ga sempet tercatat (atau memang gak begitu penting untuk dicatat, malah sebagian harus dibiarkan kayak daun, terlepas dari dahannya, lalu terbang, lalu jatuh, lalu berserakan dan hilang di atas tanah; Matahari yang seperti tutup ember besar berwarna hitam, ksatria yang kalah secara memalukan, ratu hiu biru, yang nyablak soal aturan dunia dan agama sebelum memakan cumi-cumi batuk  adalah sebagian diantaranya).

Dan sekarang masih merangkak, ga tau akan sampai dimana, yang pasti menuju checking point yang seharusnya berada didepan (which is ga pernah tau juga di depan itu di mana tepatnya).

Ada yang pernah tanya, “kenapa kamu begitu keras kepala dengan keadaan”. Well, ini kalik ya jawabannya, keadaan ga pernah memaksa atau setidak mencoba untuk mengalahkan kita, dari dulu keadaan begitu begitu saja. Saya bukan keras kepala dengan keadaan, saya keras kepala dengan keputusan – keputusan saya sendiri, itu saja.

Lalu bertemu dengan beberapa teman lama, mereka banyak menolong, menawarkan kerjaan, tempat tinggal, etc-etc, Senangnya.

Saya selalu panjatkan doa – doa kebaikan buat mereka, dalam sholat, pagi – pagi pas minum kopi, setiap waktu ketika saya sedang sendiri.

Karena katanya dalam hidup, hanya 3 jenis manusia yang harus kamu ingat. Pertama manusia yang bikin kamu jatuh, kedua manusia yang meninggalkanmu pas kamu jatuh, dan yang terakhir adalah manusia – manusia langka, yang keberadaannya harus di cari dan ditemukan, yang menolongmu pas kamu jatuh.

Dan untuk pertama kali dalam hidup, saya bisa bersyukur dengan ke-keraskepala-an atas keputusan – keputusan yang pernah saya putuskan, dan cukup punya keberanian buat menuliskannya disini.

Dan untuk pertama kali dalam hidup juga, saya didatangi rasa takut, takut saya tidak punya waktu untuk membalas semua kebaikan – kebaikan mereka.