Acep: Tanjung Katong

Katanya nama itu do’a, itu bener, soalnya pas pake alamat gu-mam, tiap posting blog disini, isinya gak pernah jauh – jauh dari gumaman, terutama gumaman tentang kehilangan; sepasang sepatu futsal yang entah digondol samasapa, asbak kesayangan, bertuliskan “Wilde Scholen”, yang lupa entah disimpen dimana, uang seperak dua perak, yang sering menguap entah kemana, dan lainlain – dan lainlain. Makanya alamat ini diganti jadi Tanjung Katong.

Tanjung Katong (atau Katung yah?). Pertama kali denger dibawain sama Iyeth Bustami. Lagu Melayu. Liriknya sederhana, tapi bagus, bagus banget. Ada sedikit bau-bau angkatan Pujangga Baru di situ. Cool.

Gak ada momen khusus atau special atau dahsyat dengan lagu ini. Belum.

Harapan? Gak ada harapan apapun, cuma ganti alamat blog ini, tapi katanya saat kita menutup pintu yang satu, pintu yang lain akan terbuka. Siapa tau kan yak, hehehehehe.

Tanjung katung airnya biru
Tempat dara mencuci muka
Lagi sekampung hati ku rindu
Kononlah jauh di mata

Asal kapas menjadi benang
Benang ditenun menjadi kain
Orang yang lepas jangan di kenang
Sudah menjadi si orang lain

Dua tiga kuda berlari
Manalah sama si kuda belang
Dua tiga dapat ku cari
Manalah sama adik seorang

Pisang Emas bawa berlayar
Masak sebiji di atas peti
Hutang emas boleh di bayar
Hutanglah budi dibawa mati

Tanjung Katong – Iyeth Bustami

Updates: Becoming Terajana since 8 September. Lol


« Previous Post |