Acep: Lebaran

Lebaran. 1 Syawal. Adalah awal dari bulan kemenangan.

Dan ‘kemenangan’ di lebaran itu hanya indah dalah konteks culture – sosio – religi – romantics saja sepertinya. Atau hanya ada dalam sejarah panjang kekasih Alloh, Muhammad SAW beserta sahabat – sahabatnya, yang pernah saya dengar atau baca.

Kalau diterapkan dalam kontek hidupnya sekarang ini, ‘kemenangan’ itu kok jadi hari penuh dengan pengharapan – pengharapan yang tinggi yah?

(Dan kalo mau liat rekam jejak lebaran – lebaran sebelumnya, hari dengan pengharapan – pengharapan tinggi  itu, akhirnya jadi hari tidak lebih dari sekedar rutinitas, tiap tahun itu – itu aja, lurus – lurus aja yah?).

Lalu sore – sore, sambil nunggu Maghrib datang, bolak – balik dengerin ‘Cinta Rasul’-nya Sulis.

Jadi inget wejangan – wejangan seorang teman dulu (yang sudah banyak sekali dibicarakan disini), tentang menjadi manusia “Mungkin Tuhan sedang menguji kesabaran lo, lo harusnya bersyukur, titik terendah lo udah terlewati, tetep berdo’a aja dan selalu yakin, jangan lupa senyum, cepet atau lambat lo bakal dapetin kemenangan lo sendiri”

Lebaran tahun ini hatinya sih belum bilang ada ‘kemenangan’. Semoga aja masih dikasih kesempatan buat lebaran selanjutnya, pengen berakhir seperti di lagunya Sulis itu;

 “Bila ‘waktuku datang’, hasratku di jalan-Mu, Jalan yang selalu terang, …”


« Previous Post |