Tony Montana Side A

Gak nyangka, tuan pengawas kebijakan pemerintah punya dvd Scarface, diputar terus berulang – ulang, dan akhirnya tahu kenapa cerita tentang tahanan politik kuba itu bisa jadi salah satu film ‘harus nonton’ dekade ini versi imdb.

Quotes-quotesnya nggak akan pernah habis dimakan jaman, ceritanya, Al Pacino-nya, semuanya itu,…More epics then ‘Ada Apa Dengan Cinta’.

Btw, katanya Tony Montana;

In this country, you gotta make the money first. Then when you get the money, you get the power. Then when you get the power, then you get the women. 

 Bisa nggak yah kalo dibalik?

File Lama

Copas dari arsip yahoo; “Clueless” Yellen Will Trigger Collapse (Hopefully)

 “I would like to see the truth come out of these confirmation hearings to discuss how completely clueless Janet Yellen was during the housing bubble,” Schiff suggests by way of warming to the topic. Not only did Yellen fail to see the crash coming, but she was dismissive of the dangers related to our over-leveraged housing economy even as Schiff himself was doing his best to alert the public. “She was wrong about everything in the past and I think she will continue to be wrong once she’s chairwoman.” Peter schiff


masih dari orang yang sama

“When private industry makes a mistake, it gets corrected and goes away. As governments make mistakes, it gets bigger, bigger and bigger and they make more, more and more because as they run out of money, they just ask for more and so they get rewarded for making mistakes. In the meantime that is exactly what we are doing by subsidizing companies which are failing, we have a reverse Darwinism, we’ve got survival of the unfittest, the companies and people that have made terrible mistakes are being rewarded and other people are being punished and being taxed”. — Peter Schiff, Cash Proof.

Peri

Minggu kemaren itu minggunya para peri.

Hari rabu, chat bareng little Arwen Of Rivendell, baru sadar sekarang ternyata peri kecil ini udah duduk di kelas 6. Sudah ikut segala macam les. Sudah bisa bahasa Inggris, sudah bisa bilang love you, bilang miss you, etc – etc walaupun masih tertukar antara ‘I will’ dan ‘I get’. Senengnyaaaaa.

Katanya Pram, cerita kesenangan itu kurang menarik, karena itu bukan cerita tentang manusia dan kehidupannya, itu tentang surga dan jelas tidak ada di muka bumi.

Mungkin kali ini Pram salah, setidaknya, untuk orang yang pernah direnggut segala macam hal penting dari hidupnya, bahkan satu buah emotikon chat di fb itu berasa setengah langkah lagi menuju surga, bahkan pada satu titik merasa, satu kaki sudah berada di surga. Nyaman, ada bunga dimana – mana, hanya dengan satu emotikon saja sudah lebih dari cukup untuk menjadikan semua yang ada di bumi ini tidak menarik lagi.

Saya mungkin adalah orang yang tidak pandai bersyukur, tapi hari itu, saya menemukan lebih dari sejuta alasan untuk bersyukur.

***

Peri yang kedua, saya tidak terlalu tahu banyak tentang peri ini selain punya julukan ‘the sixteen trillion dollar woman’, peri tua, yang didaulat secara resmi menggantikan mimbarnya  Ben Bernanke di US Federal Reserve senin kemaren. Janet Yellen.

Tidak terlalu berharap dia akan menjadi peri yang baik, tidak juga ingin dia menjadi peri yang jahat.

 “You know, a lot of people say, this [asset buying] is just helping rich people. But it’s not true. Our policy is aimed at holding down long-term interest rates, which supports the recovery by encouraging spending. And part of the [economic stimulus] comes through higher house and stock prices, which causes people with homes and stocks to spend more, which causes jobs to be created throughout the economy and income to go up throughout the economy”. Janet Yellen on Fed Quantitave Easing (QE) program. 

Tidak seperti si peri kecil Arwen yang baru bisa les, peri ini pendidikannya sudah ada ditingkat dewa, dengan fokus di ‘human impact of unemployment’. Mungkin dengan alasan pendidikan dewa itu juga Obama yakin peri ini bisa mengobati batuk – batuk di Amerika. Karena sebagaimana kita tahu, jika Amerika batuk, Negara yang lain bisa bersin, Indonesia biasanya lebih parah, demam tinggi, karena tahun 2014 ini juga Indonesia bersama 4 negara lain masuk dalam geng The Fragile Five. Negara rapuh, itu berarti kena angin dikit aja bisa flu dia.

Payrolls rose less than projected in January and the jobless rate unexpectedly dropped to the lowest level in more than five years, clouding the outlook for the U.S. economy. ” “We’re still in muddle-along territory rather than take-off mode. There isn’t the kind of momentum in hiring.” U.S. Payrolls Rise Less Than Forecast; Jobless Rate Falls.

USD Non-Farm Employment Change 113K 185K 75K
USD Unemployment Rate 6.6% 6.7% 6.7%

Another Mostly Meaningless Nonfarm Payrolls Report

Lalu ada yang menarik lagi

Consumer borrowing in the U.S. increased more than forecast in December as Americans made holiday purchases with credit cards and took out loans for cars and schooling. Consumer Credit in U.S. Rose More Than Forecast in December

Saya tidak mempunyai pendidikan yang cukup untuk memprediksi kemana US dollar akan bergerak tahun ini, tapi saya adalah orang yang selalu banyak pertanyaan dan cenderung skeptikal dengan segala jenis dan rupa statitistik, terutama dari US Labour.

Pertanyaan 1: Apakah benar semua pengangguran itu sudah mendapatkan pekerjaan, atau mereka hanya berhenti mencari kerja?

Pertanyaan 2: Jika benar Fractional Reserve Bank (FRB) itu ada, dimana bank boleh menciptakan kredit yang berlipat ganda (dari equitynya) dari uang nasabahnya sendiri. Tahun ini sepertinya tahun yang riskan buat negara – negara co-operated US, karena jika gagal bayar lagi (seperti subprime 2008) gara – gara gaya hidup, kemungkinan US dollar akan kembali lagi ke negaranya, dan uang lokal akan jadi tinggi? Bukan gitu yah?

Pertanyaan 3: lalu apa yang akan dilakukan oleh si peri tua ini?

A. Menjalankan lagi QE seperti yang diyakininya, artinya tappering yang sudah di pause di on-in lagi?

B. Fokus kepada mengucurkan modal (kata halus dari ngasih hutang) untuk berbagai usaha agar menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi, untuk balancing pendapatan dan gaya hidup warganya?

C. Jungkir balik dikamarnya karena merasa tertekan bingit?

Ah tapi what the hell, saya hanya mau bermain-main di taman lalu – lintas dengan Arwen lagi, peri saya, untuk sekarang tidak peduli dengan peri – peri yang lain.

Tuan Oogway

Imlek walaupun tidak pernah merayakannya, ada momen – momen khas yang selalu bisa diingat; hujan turun secara marathon, dingin, lampion merah di pusat kota, film dan acara tv yang bertema cina, dan banyak tulisan gong xi fa cai dengan font berwarna emas.

Oh iya, satu lagi, at least untuk 3 tahun terakhir, gong xi fa cai datang bersama kabar banjir dari ibu kota (ikut sedih dan berbela sungkawa).

Lalu ada percakapan maya kepada teman atau rekanan, hanya untuk sekedar mengucapkan selamat tahun baru yaaaaa, atau sapaan hangat “semoga sukses tahun ini ko”, “semoga rejekinya melimpah tahun ini ci”. Dan biasanya diikuti dengan salam balik dengan sapaan yang lebih hangat.

Mungkin karena semingguan ini nggak banyak yang terjadi sama hidup; bangun tidur, buka chart, made 1-2 transaction (jika ada kesempatan, catet, jika ada), nontong acara jogged-joged di tivi, setelah ikutan joged semuanya diulang lagi dari bangun tidur.

Jadinya sekarang lebih intens dengan kehidupan warga keturunan di dunia daring pas imlek. Which mean, sekarang jadi punya cerita yang terekam diotak tentang kehidupan lain yang selama ini terlewatkan.

Belum bisa mencatat semuanya disini, tapi yang jelas, ada sesuatu yang bisa menjadi catatan kaki dari pertemuan tak sengaja dengan tuan Oogway di fb kemaren malem itu. Lumayan buat makanan otak yang sepertinya udah mulai bosen dicecokin sama cerita – cerita Bloomberg sama the economist, yang mana sendirinya juga masih bingung apakah itu cerita mitos atau fakta.

(catatan: Bloomberg sekarang kayaknya terlalu banyak bercerita tentang raja – raja dan naga- naga, the economist lebih parah lagi, jadinya malah kayak kumpulan tutorial, how to train your iron fists).

Obrolan – obrolan itu jadi kayak suplemen buat semangatnya, yang seminggu lebih udah kerlap – kerlip karena kehidupan kok kayaknya itulagi-itulagi, maksudnya gak ada lagi goal to achieves gitu, otak itu kayaknya udah di restart ulang (atau di upgrade gitu yah), jadinya bisa mikir lebih jauh kedepan dengan batasan yang lebih jelas, tatapan matanya pun sekarang lebih bersinar, karena katanya tuan Oogway, “hidup itu tentang tumbang dan bangkit lagi, tentang semangat dan menyemangati, tentang melihat lingkaran yang lebih besar lagi, big picture.”

Mmmmhhhh…Kalo udah gini tinggal menyusun langkah pertamanya kan yak?