Cieciecie

Katanya Socrates, “The secret of happiness, you see, is not found in seeking more, but in developing the capacity to enjoy less”

Socrates bener, soalnya hari ini ngumpul bareng ade – ade, bukan acara yang wah, cuma nonton armageddon di tv lokal sama maen ps, game bola, raja – rajaan,  dan semuanya kalah telak, horeeeeeeeee senang 🙂

Trus si anonymous bilang, life begin at 30.

Yang ini agak nggak setuju, soalnya merunut ke pengalaman pribadi, awal – awal 30 rasanya kehidupan itu ada diujung tanduk, satu dua senti lagi tamat, berada dititik yang lebih tinggi dan figure out semua jejak itu memang kadang rasanya…..Sucks, “Cetan!”.

Saat itu, saat dimana terbangun dan sadar udah terlalu sering salah ngambil keputusan, trus saat nggak bisa mengumpulkan kembali serpihan-serpihan, trus saat jadinya suka pengen lari dari kenyataan, trus saat yang ini off the record: sering ngobrol sama istri orang malem-malem. Saat terlalu sering membelakangi matahari, yang jadinya malah lebih sering melihat bayangannya sendiri, etc-etc.

Dan kalo dipikir – pikir, saat – saat itu, sepertinya tinggal beli manik – manik yang banyak udah deh jadi gipsy baru.

Jadi yang benernya itu, keknyah life began at the end of 30 kali yak?

Sebelum sampai, ya banyak-banyak syukur aja, udah bisa melangkah sejauh ini (dengan segala macam jenis eror itu?), ternyata masih hidup, masih sehat, masih bisa ketawa ketiwi dan, masih bisa mengingatkan orang – orang di sekelilingnya, ya walaupun cuma sebatas mengingatkan yang jauh dari ber-‘nas’.

Cie cie cie cie…..

Dan oh, katanya juga, wajah 30 itu konon adalah wajah manusia saat di kumpulkan di alam kekal nanti, alhamdullilah,  wajah 30 saya masih kelihatan seperti wajah yang baru beranjak 21 🙂

Cie cie cie cie….

Wait And Bleed

Jika dulu saya pernah bilang bahwa musik – musik Slipknot itu hanyalah deretan suara perkusi gak karuan, bising, sarkastik, sampul album – albumnya aja sengaja dibikin kayak dinding kebencian yang tebelnya minta ampun, lalu liriknya, itu cuma barisan amarah yang tanpa batas dan etc-etc.

Mungkin itu karena saya tidak pernah ingin mengerti isi kepala-nya si Corey Taylor, apa yang ingin dia katakan, re-definisi dari kejujuran yang pengen dia sampaikan, dan lain lain – dan lain lain, yang ternyata sebenernya itu deket dengan sekeliling kita, tapi sayangnya sebagian orang terlalu malas untuk mengakuinya (including me, red, lol).

 Tapi dengan ‘Wait and Bleed’,  sedikit melonggarkan rasa skeptis itu, setidaknya, hey, ini bukan melulu tentang energi negatif, tapi bagaimana cara mengeluarkan energi negatif  tersebut, atau setidaknya, saya merasa emang kesana arahnya.

I’ve felt the hate rise up in me, Kneel down and clear the stone of leaves, I wander out where you can’t see, Inside my shell I wait and bleed. – Slipknot, Wait and Bleed.

Corey dengan Slipknot – nya, cuma pengen bilang, keluarkan saja apa yang ingin kamu keluarkan, nggak apa – apa ko, benci itu wajar, marah juga masih ok, daripada selalu menyalahkan diri sendiri? Melawanlah dengan seluruh kemampuan dan ketidakmampuanmu?
.
Ah iya, “I have sinned by just makin my mind up and takin your breath away, You haven’t learned a thing. I haven’t changed a thing. The flesh was in my bones. The pain runs always free.”

Mmmmhhh, sepertinya lagu ini bakal diingat dalam waktu yang cukup lama, dan entah kapan itu, dalam waktu dekat kek nyah, si ‘Wait and Bleed’ ini nih, bau – baunya akan ikut duduk bareng dalam satu playlist dengan si ‘Cerita Cinta’-nya Kahitna, hahai.

Hahahahahahahaha…

Betapa Sakitnya.

(Sebuah Review Setengah Matang)

Ini bukan untuk pertama kali, pernah terjadi sebelumnya di tahun 2008, saat itu sedang seru-serunya gagal bayar hipotek di Amerika, gelembung euphoria rumah murah akhirnya pecah berbuih-buih. Dan 6 tahun kemudian gelembung barupun tercipta, tahun 2013, dengan buih yang hampir sama.

Disaat paman Sam batuk – batuk, wabah bersin tumbuh di belahan Negara lain, disaat paman Sam dilanda demam, berita bersin – bersin dikirim dari kawasan asia, afrika, dan sebagian eropa. 

Konon, kata para akademisi, ekonom, “History repeat itself”, yang artinya sejarah selalu berulang dengan caranya sendiri – sendiri, plot yang berbeda itu mah lain cerita.

lalu para pelaku pasar (dalam hal ini trader/investor berbintang lima) bilang,”Price always thinking a head”, yang kurang lebihnya bermaksud; Semua sentimen pasar akan tercermin dalam variable harga itu sendiri.

Entah mana yang paling benar, karena semakin sini keduanya semakin rumit, buram, dan ambigu.

 Nggak usah jauh – jauh deh melihat kasus manipulasi Enron tahun 2002, yang bikin akuntan publik berlabel aaa+ babak belur, atau tahun 2008, tahun dimana hipotek yang sudah terlanjur dikapalkan dengan nama CDO itu teronggok menjadi sampah, atau tahun 1972 yang mana terjadi great depression yang akibatnya kepanikan dan kebangkrutan merajalela.

Liat tahun ini saja.

Awal 2013, Amerika mengaum dengan fiscall cliff-nya, euphoria pasar kembali terjadi. Getarannya makin kerasa karena disaat bersamaan benua biru sedang dililit hutang tak terkira, kas bon Yunani, Italia, bahkan Spanyol yang sebelumnya adem ayem muncul kepermukaan, bahkan belakangan bank – bank di siprus sempoyongan, sebagian gulung tikar, sebagian bertahan tapi dengan nafas yang megap – megap mencari dana.

Untung saja eropa mempunyai Jerman yang berdiri kokoh ditengah kerumitan. Saat itu Angela Merkel berbisik ke Draghi, “Dengan sedikit pengetatan disana – sini, Semuanya akan baik – baik saja”

Merkel benar, ataupun kalo tidak sepenuhnya benar, setidaknya wanita-rambut-emas ini untuk sementara bisa membuktikan bahwa eropa bukan kumpulan Negara bokek tapi sombong. Dengan rambut emas-nya (and with her epics roll-ed eyes), menyiratkan; ada di sudut lain, tidak jauh dari kami, sebuah Negara sakit tapi angkuh, Amerika. Sekali lagi, Amerika.

Salah satunya adalah Debt Ceiling, semacam kredit limit. Permintaan kredit saat pemerintahan Obama semakin naik ke puncak gunung, dana sebesar USD$18billion entah menguap kemana, menjadi pertanyaan besar karena, angka kerja tidak bertambah secara besar, begitupun pendapatan negara, tapi ingin ditambah lagi melalui jalan ObamaCare. Cnn money bilang inilah factor pemicu kenapa tidak ada kesepakatan antara demokrat dan republik, akhirnya, government shutdown. Salah satu bukti betapa parah sakitnya.

Gedung putih tidak bisa berbuat banyak, satu – satunya angin baik yang dihembuskan, hanyalah dukungan kepada Janet Yellen, sebagai pengganti Bernanke di tahun 2014 nanti, salah satu ekonom senior yang konon katanya mempunyai sifat agresif-nya  Alan Greenspan, sekaligus bisa keukeuh seperti Bernanke, Yellen jika benar terpilih, akan menjadi wanita pertama yang duduk di kursi nomor satu badan keuangan Negara angkuh itu.

Bau-baunya akan menjadi pesaing terkuat Angela Merkel dalam hal tarik ulur kebijakan. (“Dan itu berarti, perang gosip, saling colek – mencolek, serta pamer lagging sudah menanti di depan mata.”)

>.<

Running Scared

“…All my life, I was never there; Just a ghossssssst. Running scared…”

(‘City Of Angels’. 30 Second To Mars)

 —-

For many reason, and just for head up myself keep rationally, dengerin lagu ini sambil lari pagi, itu seperti kita sedang lari dari kenyataan pagi – pagi.

Aslinyah.

(PS: Sepertinya memang harus mulai percaya, bahwa sebuah lagu bisa membawa sebuah sugesti dengan caranya sendiri)