Menerangi Setengah Hati

Gosip – gosipnya sih di forum bisnis kaskus, masih banyak trader yang menawarkan return naek – naek ke puncak gunung bagi investor-nya.

Dan ternyata memang benar, penawaran return +25% per bulan betebaran dimana-mana, malah ada yang berani sampe +100%, dengan leverage yang bikin menganga.

Mengutip dari salah satu senior ( 2 tahun lalu kalo nggak salah)  “Bisnis ini memang lebih challenging jika dibandingkan bisnis yang lain, apalagi dengan leverage tinngi yang ditawarkan broker sekarang ini, ibaratnya leverage tinggi, bro dipaksa nyetir mobil dengan kecepatan tinggi, pilihannya antara cepet finish atau cepet nabrak”

Grrrrrr

Pada banyak titik saya sering membuat catatan apa yang harus saya lakukan untuk beberapa waktu kedepan; hari, minggu, bulan. Baik itu yang tertulis di kertas, maupun yang berserakan di lamunan.

Daftar panjang buku apa saja yang akan saya baca misalnya, apakah saya harus mulai dengan How To Breathe Underwater (lagi?), atau mungkin saya harus meloncat ke Leo Tolstoy, atau penulis – penulis besar lainnya yang datang dari timur dan barat, Pramoedya, Orhan Pamuk, Murakami, Chuck Palahniuk, atau siapapun itu yang kisah-kisahnya bisa membangkitkan kembali listrik di otak, dan mengganti apapun itu yang dirasa mulai meredup.

Atau untuk mulai memasang headset dan kembali mendengarkan lagu John Mayer satu persatu, dan setelahnya, saya berpikir ulang apakah diteruskan dengan U2 atau The Doors, atau menjadi sedikit cadas dengan mendengarkan Kurt Cobain dan Max Cavallera secara bersamaan?.

Lalu ketika menjadi sisi yang lain, ketika berada di depan pc atau laptop, saya juga berpikir panjang tentang asset – asset apa saja yang akan saya beli/jual, bagaimana kondisinya sekarang, di peak atau sedang di valley, atau bagaimana dengan kebijakan kedepan dari raksasa-raksasa uang itu, seperti siapa pengganti Ben Bernanke selanjutnya, Jannet Yellen atau Lawrence Summers (Who are they? I even don’t know them LoL ).

And yes, to be honest, rather than king of motivation (yang selalu nongol dengan dengan jalan emas-nya itu) bilang hidup itu selalu mudah dengan rencana, tapi sepertinya dia lupa bilang kalo taking positive spin of (fucking, godamm) situation itu beneran menguras tenaga.

Dan juga lupa mengatakan bahwa saat semuanya tidak sesuai rencana, disaat semuanya tidak berada di garisnya, itu rasanya seperti…… Memalukan?

Oh goods, my heads are suddenly empty, and only my ass are on the line here.

 Pinter kali kau nak.

GrrrrrrRRRrrrr….

>.<

Too Big To Fail, Sekali Lagi.

“I don’t really understand why there needs to be so much tension about this. The country is facing the worst economy since the Great Depression. If the financial system collapses, it will take every one of you down”

 (“Ben Bernanke”, Too Big To Fail)