Dari Waktu Ke Waktu.

Sudah 2 Mingguan ini nyempetin singgah di forum lama, alasannya sederhana, pengen main game klasik.

Buka – buka log. Dowload – download. Ternyata masih seperti dulu, member – member saling berbagi, ada yang diajar, ada yang mengajar. Bagus.

Ada sih yang sedikit mengganjal, tradisinya masih sama seperti dulu, yang sudah bisa, entah itu karena gaya turunan atau apa, membuat apapun terlihat lebih sulit dari aslinya. Ada alasannya, mungkin.

Well anyhow, tidak bermaksud menjadi kiri (infact tons of knowledge I got from theres). Kuno pasti. Karena saya masih berpegang ke pepatah lama, mempersulit sesuatu tidak akan mempermudah apapun.

Jadi inget apa yang dikatakan Yohanes Surya, fisikawan Indonesia, yang mau mengambil orang terbodoh di papua, dan merubahnya sebagai petarung sejati di olimpiade fisika dunia; “Orang Indonesia itu tidak ada yang bodoh, hanya saja sedikit yang mempunyai kesempatan bertemu guru/mentor yang tepat”.

Happy weekend. Hope you all are okay.

Yesterday Close

Closing cycles. Not because of pride, incapacity or arrogance, but simply because that no longer fits your life.

Shut the door, change the record, clean the house, shake off the dust.

Stop being who you were, and change into who you are.

Paulo Coelho.

Beneran itu eyang. Facebook and twitter being upgraded. Life as well.

Hectic Days

Hari ini lumayan hectics, masih dapat beberapa pelajaran tapinya, spons-spons dikepala kondisinya masih bagus, masih dapat menyerap ilmu supaya tidak jadi berserakan dimana-mana. Alhamdullilah

Hoh…???….
….???
…???

Hey. Promise is promise, I’ll keep writing no matter is penting or not penting.

>.<

Facebook Trend (Might Be) Has Changes

Riset di Jerman yang di lakukan oleh fakultas bisnis Chicago, bahwa melihat status, mengecek gambar, tweet, dan posting lebih menarik daripada godaan seks dan merokok itu sepertinya beneran.

Tidak ada hari tanpa sosial media, hanya trendnya saja yang sedikit berubah, contoh di facebook, dulu di tembok itu banyak banget ratapan – ratapan (ini berbanding lurus dengan kiblatnya sang penemu, Mark Zukerberg, yang biasa meratap di tembok, dan ‘wall’ adalah tembok ratapan virtual ciptaannya, yang mau tidak mau, suka atau tidak suka, orang muslim harus mengakui, itu pinter)

(And oh by the way, honestly, saya juga kadang suka ‘meratap’, tapi dalam bahasa sunda, jadi itu sepertinya tidak akan dihitung sebagai meratap, tapi meracau, tidak ada yang namanya tembok ‘racau’-an, masih sah, masih yoyoy lah)

Sekarang – sekarang ini banyak yang menularkan aura positive, sebut saja kutipan dakwah, motivasi, kutipan – kutipan ayat suci hampir setiap jam nongol di timeline. Bukan dari akun ulama atau motivator saja, bahkan dari akun bukan ulama dab bukan motivator, pun ikutan lalu – lalang. Temen – temen sepertinya mulai mendadak bijak, melek agama, Alhamdullilah.

Sebelumnya, saya tidak percaya ada makanan baik buat otak yang dapat diumpan dari fb, atau cemilan ringan bernutrisi yang hanya terdiri dari 140 karakter oleh twitter. Sekarang, ceka-ceka-ceka dah.