Germany: Puyeng

Nggak tahu apa ini emang harus dicatat atau enggak. Tapi sekarang, katanya, Jerman kepalanya lagi puyeng, hasil lelang surat utang 10 tahunan-nya gag laku sesuai harapan, padahal, tu duit bakal dipake buat bayar utang yang jatuh tempo tahun depan.

Imbasnya kali, dia bakalan naekin suku bunga yang asalnya 2% jadi bla-bala-bla%. Italy, Yunani, Portugal kalang kabut. Eropah trabel.

Well, Im not fundamentalis by the way, but it’s must be noticed. Sebagai jawaban atas; dari berbagai jenis surat dan segala sesuatu yang terkandung didalamnya, nggak ada lagi yang lebih berharga dari surat utang yang berjangka 10 tahun. Heuheuheu.

EUR/USD : Europe news impact

Can wait to entering the markets…

Hidup Dalam 1 Minggu.

Cuma pengen nge-list apa-apa saja yang sudah terlewati satu mingguan kemarin.

Ketemu lagi dengan teman – teman masa kecil, dan mereka masih manggil – manggil dengan panggilan masa kecilnya dulu; Ence. Funny, serasa dilempar kembali ke tahun 90-an.

Ketemu dengan anaknya kepala sekolah, malah datang ke rumah, she’s still pretty ouch, dan sampe sekarang masih suka geleng – geleng kepala sendiri; Kenapa datangnya harus jam segitu, itukan jam-nya tidur siang, kenapa harus bawa brosur bank saat lagi pake celana pendek dan acak-acakan. 15 menit lagi saja, hanya dan hanya 15 menit saja, setidaknya, dengan 15 menit itu, badannya udah mandi dan gak bau kadal. Heu

And how about the works. Pasar sepi, Poundsterling, US Dollar, YEN, Dow Jones, DAX, semuanya sama. Walaupun 1-2-3 masih dapat homerun, sementara yang lainnya biasa-biasa saja. Itu mungkin karena pasar nunggu reaksi ‘the smart money’ atas kebijakan beberapa negara di Erop minggu kemarin. Backing and filling, as always.

Kemampuan membaca juga, udah kayak werewolf diterangi 10 bulan sekaligus, semuanya dilahap gak pandang bulu. Udah kayak manusia gua saja, tapi di dalam guanya gak ada yang lain selain buku. Aih.

Tentang semangat, mungkin ini gara-gara ketemuan dengan anaknya bapak kepala sekolah, mungkin juga ini gara – gara ketemuan dengan anaknya bapak sekolah, atau karena emang gara-gara anaknya bapak kepala sekolah. Hahai.

Matanya jadi bisa lihat semuanya dengan sehat, walaupun mungkin melihatnya masih dari tempat yang gelap; Masih ada sesuatu didepan sana yang bisa diperjuangkan, walapun tidak jelas, dan entah berapa banyak or maybe just one, tapi intinya hidup harus tetap berjalan. Nggak dan nggak pernah boleh memberikannya kepada siapapun, atau karena siapapun begitu saja.

That the ‘one’ inches. Maybe it is small and it is fragile and it is the only thing in the world worth having. But we must never lose it or give it away easily.