Acep: Berdoa

Masih ingat kata guru agama di kampung dulu “Orang yang berdosa itu, nantinya, selain akan dimasukan  sama Alloh ke neraka, disiksa dalam kubur, juga hidupnya gak akan pernah tenang selama di dunia”.

Dan selama 28 tahun ini, hampir 29 tahun ini, hidupnya itu hanya dihabiskan untuk mencari kenyamanan– kata lain untuk kesenangan– buat dirinya sendiri (atau kadang dan nggak sering, untuk golongannya sendiri), nggak pernah mau meraba – raba perasaan orang, nggak pernah denger tentang “gedenya ular yang akan mencaplok mu di alam kubur, yang caplokan-nya akan membuatmu mati seketika, lalu dihidupkan lagi, lalu dicaplok lagi, terus-menerus sampe hari kiamat tiba”.
Dan apa yang didapat sekarang setelah – setelah itu? Nothing, selain mempunyai penyakit baru bernama insomnia.
Se-tengah malam dan se-shubuhan tadi, bersujud diatas sajadah, nggak kerasa mulutnya jadi terasa asin sama air mata sendiri. Membayangkan semuanya —Ular yang gede? Caplokan-nya? Mati? Hidup? Mati lagi?—, mungkin jadi pemicu utamanya.
Berdoa dan berdoa, supaya semua dosa yang dulu bisa terhapuskan bagaimanapun caranya. Berjanji akan menunaikan zakat, akan puasa Ramadhan dengan sebaik – baiknya, memberi makan anak yatim. Bernazar untuk melindungi anak yatim sebanyak-banyaknya di rumah sendiri, jika saja Alloh memberikan jalan untuk kebaikan dan memberikan ampun-Nya, untuk membayar dari satu kehidupan yang pernah saya curi, dari semua kebohongan yang pernah dilakukan, dari semua drama “Kupinang Kau Dengan Bismillah (Yang tidak ada Bismillah-nya sama sekali)” yang pernah dimainkan, dari semua kebodohan – kebodohan yang bikin hidup orang lain jadi sengsara.
Nggak tahu, semuanya keluar begitu saja. Muangkin karena itu yang terbaik dari yang terpikirkan? Daripada nanti harus berhadapan dengan seekor ular?.

Dan akhirnya bisa tertidur.

Mmmhhhhh

Alloh itu maha mendengar, tidak hanya mendengar dari mesjid yang tinggi dan punya pengeras suara yang paling bagus, Alloh juga mendengar dalam hujan, mendengar dalam kost-kostan murah, .mendengar dalam kost-kostan murah yang waktu itu diluar sedng hujan.

Anyhow, menemukan kata – kata ini “Seseorang yang tidak memiliki kesadaran (akan dosa-dosanya), tidak memiliki kebaikan, tidak akan pernah menderita”


Could it be?


« Previous Post |