Acep: Moby

Bersamaan dengan minimnya jumlah keluar dari kos-kosan akhir – akhir ini, sepertinya sesuatu yang bisa bikin ‘kandang’ nyaman adalah sesuatu yang first major.

Dan mungkin, jawaban sementara untuk itu saat ini ada di Moby.

Okay, instead dulu pernah teriak-teriak kalo musik yang bergenre trance, techno, remix atau apapun itu asalkan bunyi-bunyian yang keluar dari seperangkat komputer dan semacamnya adalah musik yang keluar dari esensi musikalitas itu sendiri, membelokkan substansi para pemainnya, nggak pure,  musik yang gak jelas, nggak banget, musik yang rasanya nggak usah.

Sekarang harus menyatakan bahwa Moby adalah satu pengecualian, setidaknya untuk saat inilah.

Indikatornya, pas dengerin Moby sepagian tadi bersamaan dengan bau daging domba dimana-mana. Selonjoran bisa lebih enak, badan rasanya ada yang ngisi kembali, ruang-ruang dikepala serasa jadi lebih lebar, jadinya ada ruang baru buat besok. Kamar kos sepertinya jadi suite president room (walaupun gak pernah tahu apa itu suite…? Cuma kenal di baliho-baliho ajah). Baca Gayus menyesal di pengadilan ajah bisa jadi sesuatu yang excited, ngebayangin kerjaan besok yang numpuk ajah jadi atraktif, Whuahahahahahaha…

Extreme way, lift me up, bring sally up, dan laen-laennya suatu saat nanti mungkin akan menemukan titik jenuh, lemes-lemes dan keluar dari mp3 players dengan sendirinya. Kalah pamor sama Jim Morrison dan Mick Jagger yang udah lebih dulu nongkrong di situ. Persis sama dengan apa yang terjadi sama Eminem. Tapi saat ini, inilah yang mau di putar berulang-ulang.

Moby…

Visit, and listen to him @ http://www.moby.com/discography


« Previous Post |