Sepertinya senang

Seperti api,seperti apa sajalah
Seperti air,seperti sakit yang hilang
Seperti asa,seperti yang diinginkan

“Kalo waktunya seneng mah,tak kan lari hujan badai menerpa atuh” “HAHAHAHAHAHAHA”

Lyrics taken from Seperti by Plastik

Piramida Kenangan

Atau semua isu-isu tentang kenangan.

“Kenangan itu kan bentuknya kaya piramid,semakin keatas,semakin jauh mata memandang,dari bawah ke atas.Kenangan itu akan mengecil dengan sendirinya.Jadi,let it high ajah ma-men” Mr.Terbahak on Everythings


Dia,si Terbahak On Everythings.Satu-satunya temen yang bidang keahlian khususnya adalah ‘nyengir’.Keistimewaannya adalah gagal di segala bidang.Di sisi lain,dia mampu mentertawakan segala hal.Akan memberikan bumbu pada nasi yang sudah menjadi bubur,mampu membubuhkan sedikit gula pada setiap kepahitan.Bisa memerankan orang yang tangguh-setangguh Hugh Jackman sebagai Wolverine,sama bagusnya seperti dia lagi memerankan Jim Carrey ketika jadi The mask.What a personality pokoknya.

Out of the blue,tapi masih dalam koridor kenangan.Suka adakan ya,satu atau sebuah kenangan akan seseorang?.Yang pas mengingatnya,kitanya yang sok “Oh cinta,deritanya tiada akhir” atau atau “Oh honey,my darling,my sweetheart,my roseee on the desert.Are you fucking kidding me,huh”? “HUH”?.Dan nggak lama kemudian,setelah ‘lagunya’ habis,kitanya tersadar dan trus ngomong sama diri sendiri “Lha,yang diingetnya?Inget juga enggak sama gua”.Dengan huge-big-question tentunya.

Sama dengan apa yang di katakan oleh si Terbahak on Everythings,di bagian “Semakin keatas,semakin mengecil”.Sekarang gua bisa mengatakan ; “Bahwa sekarang gua lagi ada di puncak tertinggi dari suatu kenangan.Atau setidaknyalah akan mencapai puncak tertinggi dari kenangan tersebut”.

Pfiuuuhhhh,ahirnya…

Setelah hampir 3 tahun ( Bayangkan! TIGA,TIGAAAA TAHUN COBA !!! ) .Bukan waktu yang sebentar untuk seorang juara kaya gua…HAHAHAHAHAHA

Mmmmm 3 tahun ya ? Rasanya seperti mimpi dengan hati yang patah-patah,dan saat harus bangun adalah saat-saat yang paling sulit.Sama seperti kata John Mayer di-“Dreaming with a broken heart”

“When you dreaming with a broken heart-The Waking up is the hardest part-You roll outta bed and down on you knees-And for a moment you can hardly breathe-Wondering she was really here? Is she standing in my room? No she’s not …” Dreaming With A Broken Heart,John Mayer

Ah,syukurlah,semuanya udah lewat.Sudah ada di puncak piramid

Ke Bandung Barat,semua kaki melangkah

Akhirnya,setelah berminggu-minggu,mungkin lebih.Pantatnya tertempel nggak sengaja di kursi zero social life,ditemani buku yang terakhir ini belum selesai gua baca.Les Miserables.Terus dengan tenang-nya terisolasi di Chamber of Secret-nya pak Haji Uung,bapak kos gua.Kemarin,di hari ke 6 dari 7 hari yang ada ,gua ter-reversal lagi ke titik ‘kalo weekend itu sama dengan maen’ (doh,bahasanyahhhhh).

Ceritanya,kemarin,bersama-sama dengan Ratu feat Trio Uhuy-nya,maen-maen ke Tangkuban Parahu dan berjalan-jalan sebentar di sepanjang jalan Cihampelas.

Ada beberapa catatan kaki yang harus gua jadikan sebagai catatan kepala kayanya :

Satu.Di dunia ini,ada empat orang perempuan yang ber-multikultur tapi dengan mazhab yang sama.Makanan

Dua.Di dunia ini juga,ada perempuan yang menjaga Amanda brownies dan Kartikasari-nya,sama persis kaya Ibu Buaya yang sedang menjaga anaknya.Andai saja saudara-saudara sekalian megang dus-nya sedikit aja,pasti tangannya udah kena gigit deh.”I bet,for thats ! HAHAHAHA”

Tiga.Don’t judge a books by its cover itu artinya adalah ; Berat badan 42 kilo (katanya,tapi masa sih?) ,nafsu makannya nggak seperti 42 kilo.Heuheuheu

Dan empat.Kadang suara perempuan yang ber-high tone,itu lebih ngagetin daripada kita mau keserempet sama bapak-bapak bermotor.Dan gua yakin,orang yang nggak terlatih dengan suara klakson Damri-yang suaranya lebih kenceng daripada kecepatannya,jantungnya pasti ber-fluktuatif dengan cepet banget.

On top all those thinks.Semuanya baek-baek,semuanya nyenengin-nyenengin,dan semuanya-semuanya tidak bisa akuh ungkapkan dengan katcah-katcah,kalo almarhum Broery Marantika bilang.

And,off the deep end,honestly.Seneng bisa menjadi kepala suku yang tugasnya nganter ke sana-sini,walaupun bukan kepala suku yang baek 😀

Thanks,

kaka
Yeah,allrights-kanan semua.

Pengakuan

Dulu,almarhum Abah ( Ayah sekaligus kakek,which I missing him very much ).Pernah bilang ; “Jangan pernah ‘menggantungkan’ apapun ( he said ‘apapun’?) kepada orang lain yang berwujud mahluk-Nya ,dari yang baik apalagi dari yang buruk ,bahkan sodara terdekat sekalipun !” .Terus lagi “Kalo kita keukeuh dengan apa yang kita mau,semuanya pasti kesampaian” “Syukuri yang kecil,jangan pernah berhenti mengejar yang besar”. Dan satu lagi ” Keluarga,ada di urutan yang pertama!”

Abah,yang akan di sambut dengan senyuman paling manis dari malaikat Ridwan penjaga pintu surga kelak ngomongin semua itu.Jauuuuhhh sebelum gua mengenal apa yang namanya buku bergenre ; Filsuf,motivation,entrepreneurship,self help atau apapun anda – anda akan menyebutnya.

Dan Abah,semoga Alloh melimpahkan Rakhmat dan kenikmatan kubur atas semua kebaikannya di dunia.Selalu memberikan contoh yang baik,yang terbaik malahan.Atas semua yang di nasehatkan kepada anak-anak dan cucu-cucu nya.Beliau nggak pernah tanggung-tanggung memarahi kami,kalo kami salah.Nggak pernah ada batas pas memuji kami,kalo kami benar.

Nasehatnya yang berbau bentakan ( atau bentakannya yang berbau nasehat ),sedikit pukulan kecil-yang efek malunya lebih gede daripada efek sakitnya.The warning sign ” Mau jadi apa kamu ?” “Mau nurut sama siapa kalian ?”.Itu adalah gaya Abah mendidik kami,dari waktu masih kecil sampe ke segede ( He ever see’s) gini.Temperamentalis-Naudzubillah,kalo ade gua bilang.

Contohnya,pernah ada satu momen,yang nggak akan pernah terlupakan.Pas gua dan ade-gua berantem.Abah ngomong gini “Kamu yang gede pake ini !,dan kamu yang kecil pake ini !.Hilang cucu satu nggak apa-apa,daripada punya dua tapi suka-nya bikin ribut rumah ajah”.Sambil ngasihin ke-gua pisau dapur yang gede,dan ke si ade,sebilah golok daging yang sama gedenya.

What the….?

( Dan semenjak itu juga,kami nggak pernah berantem lagi,atau setidaknya berantemnya nggak pernah di depan Abah lagi 😀 )

***

Hari ini,’berkunjung’ ke tempat peristirahatan terakhirnya.Dan anehnya,I missed that moments.Saat – saat di marahin,saat – saat di nasehatin (walaupun bentakannya selalu ada ), atau saat – saat berdebat tentang apapun ( kebanyakan,tentang hal yang mau gua lakuin dan beliau nggak begitu setuju ).Uh,I really,really miss that moments.

On to my heart,di depan namanya yang tertera di batu nisan-nya. I was thinking.Tentang semua-semua yang telah di omongin-nya dulu,tentang semua contoh – contoh baiknya semasa beliau masih bersama kami,tentang apa – apa aja yang telah beliau lakukan untuk kami-dan itu nggak (dan nggak akan pernah ) ke hitung banyaknya.With the fact he never cares about himself,only for us,he doin’ what wants he do.

Dan terakhir.Tentang gua,apa aja yang telah gua lakuin buat keluarga,setelah beliau nggak ada?

Sedih,kalo ngeliat kenyataan.Gua yang di besarkannya dengan susah payah,masih belum bisa menjadi apa yang di impikan-nya.Tambah sedih lagi,pas gua sadar kalo gua belum bisa nge-affords apapun untuk keluarga sementara beliau sudah berpulang terlebih dulu.

Padahal.Gua tahu,andai saja gua berusaha lebih keras lagi dari dulu.Abah akan seneng banget kayanya.But what I’m doin’ ? Gua selalu sibuk dengan apa yang ada di kepala gua sendiri,selalu mencari pembenaran di balik ke tidakmampuan gua sendiri.Over and over again.Oh may,what was I thinkin’?

“I’m so, so,so Sorry Pah,please forgive me,I miss u Pah,right here with me,I miss anything who came from your speech and become a wisdom quotes for me,always be a wisdom for me”

I knew,this will be a ridiculous post from guys who cannot afford any for his fam’s.But honestly,when you thinking about thats? about it? about me? Sinner or birdheads,whatever you wants to called me?

Yes you’re right.Thats me,orang yang belum ngelakuin apa-apa buat keluarganya sendiri,sampe umurnya segede gini.

Oh my God,I Dissapoints him again.As well as ussually

Melajang Menjalang

Baguskan judulnya,jiplak nggak tanggung – tanggung dari judul bukunya Bagja Pratama 😀

Walaupun masih ada di halaman 180 dari 602 halaman Les Miserables-Victor Hugo,nggak bisa dijadikan pembenaran buat gua untuk tidak ‘melajang menjalang’ lagi ke tempat ini.Melajang menjalang yang menurut versi gua,di bacanya adalah ; Jalan sendiri,diantara lorong yang di sampingnya berderet-deret kios kecil penjual buku,dengan mata yang ber-multitask,disertai dengan mulutnya yang menganga ( kadang berliur juga ) pas ngeliat judul – judul yang bergelantungan.

Begitu Lajang.Begitu Jalang.HUH!

Yupz.Pasar buku palasari lagi.Nggak tahu deh,kenapa gua jadi suka ( banget ) sama geeky-places ini ?

( Ok,ok,ok.Mungkin dari dulu gua suka sama tempat ini,tapi kalo udah 2 kali dalam seminggu,itu udah gak normal kan? Setidaknya menurut gua,itu nggak normal )

(Jawabannya mungkin ; Karena gua udah enek,liat barang – barang di mall yang gua mau tapi nggak ke beli)

(Tapi kan,kalo cuma buat jalan-jalan and cuci mata, liatin meyli-meyli Bandung yang lagi hang out,ke mall nggak musti-harus ada yang di beli jugakan?)

(Dipikir-pikir lagi,daripada gua maksain dateng-maen ke mall,dan jatoh-jatohnya suka ada perasaan “ngepet aja gitu?” )

Tanpa harus menuggu alasan yang ber-benang merah.Ahirnya tadi siang menginjakkan kaki lagi di The Gate Of Zero Social Life

Dilorong pertama.Ada buku-buku yang mengingatkan gua akan masa-masa di SMK dulu.Thermodinamika I dan II “duh,gua kan dapet 4 koma nol buat itu” Disebelah kanannya,tergeletaklah Tehnik Industri Kimia “Mmmmhhh,Fluida ya? Kecepatan alir ya? Mekanika fluida? Bu neni? Yaikksss,gua kan dapet 2 seperempat !!”

Terus matanya agak bergerak ke atas-nya,trus kebawah lagi,keatas lagi,dan ke bawah lagi.Pas matanya ada di bawah,baru sadar ” Eh,eh itu kan tabel periodik unsur ? ” Untuk memastikan matanya bergerak ke atas lagi ” Yeah,bener,Tabel periodik.Yang di butuhkan oleh anak setingkat SMA ( sekarang SMP juga udah ada yang pake ya? ) di seluruh dunia,terjual jutaan kopi tiap tahunnya.Tapi anehnya,nggak ada pernah ada tulisan ‘Best Seller’-nya”

Nggak ada yang menarik.Terus melanjutkan berjalan lagi.Sebelum menikung ke kiri,berpapasan dengan orang-orang yang style-nya sampe sekarang masih gua inget : Wearing out of dated thick glasses,ceking,nyeklek-nyeklek tas di bahunya,disccuss about books what are they looking for sambil nunjuk kanan-kiri.OH MY GODSS!!! IM ONE OF THEM ?

Dan ahirnya,sampe ketempat tujuan.Kios-nya si Om Begawan Buku.Langsung disapa dengan ramahnya “kamana wae atuh kasep ?” yang kalo mau di bahasa Indonesia-kan artinya adalah ” Kemana aja ganteng ?” .Ah,gua seneng di sebut ganteng,terlepas dari si Om bakal nyebut ganteng juga ke setiap orang yang datang ke kiosnya.Thanks Om,you looks so,so,so ganteng too.Heuheuheu

Trilogy Christopher Paolini ; Eragon-Eldest-Brisingr,bikin air liurnya hampir menetes.Sempet mau beli,tapi ahirnya gak jadi beli satupun, dengan alasan “All or Nothing!” .Terus bergerak ke arah Dragon-nya Clive Cussler,tapi pas liat duit di dompet, jadi keingetan ” kan ini bisa pinjeum dari si Rizal-Adventurer book holic,dia kan fans-nya Cussler”.Ah,tuing-tuing deh.

Untuk beberapa saat.Dunno Wattu Du

Mata,Menjalanglah!… Mata,Menlalanglah!… Mata,Menjalanglah!

Ke-jalang-an deh gua.Dan terbukalah tabir serta terlihat buku ‘buatan’ ; Sitok Srengenge,Leo Tolstoy,Duras,Puthut,Cunningham,Sallinger,Pram,Marquez,Eco,dan beberapa penulis lain-nya.Sampe si Om Begawan buku menawarkan Angels and Demon-nya Dan Brown yang Hard Cover Special edition sama Biography Soeharto : The Life and Legacy Of Indonesia’s Second President.Yang emang dua-duanya udah masuk buy-list sejak bulan kemarin.Dengan harga kaya ke anak-nya aja 😀

Nggak jadi beli juga,kali ini dengan alasan.Lha,si Les Miresables aja baru mulai,Kalo di tambah 2 buku tebel lagi akan bikin my ass stapled to any sitting object dongs ? Gak mau-Gak mau-gak mau

Ahirnya,setelah beberapa lama ngobrol dengan si Om Begawan buku.Ditutup dengan pembelian dua buku tipis.Haji Murat dari Leo Tolstoy sama The Lover -nya Marguerite Duras yang harganya pas,atau di paksain di pas-pas in.

Ah.Cukup sudah ‘menjalangnya’ hari ini,walaupun ‘melajangnya’ masih akan terus berlanjut kaya-nya.Sampai kapan ? I don’t know huks huks huks ( mewek beneran)