Kota Ruang Untuk Bercinta

Hikmat Darmawan,di artikelnya tentang komik roman Indonesia di era-60-70-an,Kota Yang Naif : Sketsa Jakarta 1960 – 1970 – an dalam komik roman ; Kota Adalah Ruang Untuk Bercinta, mungkin karena kota adalah impian, sebagaimana cinta adalah dambaan. Tapi,impian kota sering terbanting oleh kenyataan kota sebagaimana cinta sering terbanting oleh kenyataan hidup.

Percaya ato nggak.Ini adalah tinjauan komik roman terkeren yang pernah gua baca,atau setidaknya seperti inilah suatu tinjauan itu bisa disebut keren.Dalam artian nggak hanya ngomong “yang ini mah greats !” sedangkan “yang itu mah junks !”.Artikel Lengkapnya ada disini : http://www.karbonjournal.org/id/home/detail.php?ID_focus=26 , kalo menurut gua sih, ini artikel keren buangets !

By the way,If I may interpreted what a Hikmat Darmawan sees pas bagian ‘mimpi yang terbanting oleh kenyataan kota’ menurut versi dan bagi gua sendiri,di kehidupan sebenernya yang lagi gua jalanin sekarang ini,not in way Indonesian romance comics, I mean.Nggak dulu – nggak sekarang, sepertinya nggak ada yang berubah soal acara banting – bantingan di kota ini.

Ya,kalo mau di bikin perbandingan,hidup di kota itu.Mungkin,berbanding lurus dengan acaranya ‘termehek-mehek’ di trans Tv.Walaupun sekarang acaranya jadi agak lebay dan sedikit nggak make sense ( masa,ada acara seorang ponakan-cewe jatuh cinta sama adik dari mamahnya sendiri,terus si cowonya-adik dari mamahnya itu tiba-tiba ngilang dan meninggalkan jejak ke temennya,tukang salon,dan etc etc sebagai seorang asshole,biar siponakannya itu nggak jatuh cinta lagi dan nggak mencarinya terus.Aseli itu teh kejadian ? )

Maksudnya gini,sama seperti acara itu,terlepas dari ke-lebay-an-nya.Gua,kita, atau sebut saja orang-orang dari suburb yang datang ke kota sabagai dreamcather.Dengan segala pembenarannya ‘daripada diem di kampung nggak bisa pegang pacul? Atau bisalah megang pacul,tapi tanah siapa yang mau di pacul nya ? Ye,Meneketehe.

Tapi intinya adalah ‘pencarian’ kan ? Try to find somehin’ or trying to reach somethin’ in this town! dengan meninggalkan kampoeng halamannja

Sama seperti acara itu juga.Ada yang terbanting,tapi bisa bangun lagi dan lalu ceritanya berakhir dengan happy ending,akhir yang manis,semanis kue ‘burayot garut’ oleh-oleh dari adek ipar gua ( thanks sis,welcome to our family…) Tapi,nggak sedikit yang terbanting trus nggak bisa bangun lagi dan ahirnya keinjek-injek kota kaya polisi tidur.

Ah,Life is a fragile thing,isn’t it ? One minute you’re on chewin ‘burayot garut’ and next minute you’re sleeping police ( in english-nya polisi tidur gitu kan ? )

Dan sambil ngetik postingan ini.Sempet ngitung-ngitung juga,berapa kali gua terbanting oleh kenyataan kota.Baik yang terbanting tapi bisa langsung bangun tegak lurus dengan langit, pun yang bangunnya terhuyung-huyung dulu dan baru 2 minggu kemudian baru bisa tegak lagi ( dengan matanya yang masih kriyip-kriyip,tapinya )

Gara-garanya,seorang Ibu berkacamata,berkerudung,little bit ndut,suka banget sama acara termehek-mehek tapi kadang suka lelet ngikutin alur ceritanya.Tidak lain dan tidak bukan itu adalah Ema-Aku,ngomong gini “Laki-laki itu harus bisa bangun se-gimana-pun capeknya,harus tetep bisa berjalan se-gimana-pun letihnya” Sambil nepuk – nepuk pundak sebelum gua pergi lagi untuk menerima ‘bantingan kota’ berikutnya,tadi siang.

Hukshukshukshuks…Im okay Ma,Im o-k-a-y … ( pasti gara-gara keseringan nonton Muslimah nih? kalo nggak Cinta Fitri ?)

Well,setelah di itung-itung.Hurray ! Hurray! Untuk yang ini,gua enggak bikin kecewa thats my termehek-mehek-holic.Masih bisa ngeliat ada satu titik di depan yang mungkin banget bisa kesampaian,walaupun sekarang masih terlihat remang-remang kalo diliat di sudut derajat tertentu,tapi dengan keyakinan lebih (setelah di tepuk pundaknya,hehehe) I will got over there..

Ayo ‘kota’ bantinglah daku,kau ku smackdown 😀

( And oh,by the way,Ma.Ko,nonton termehek-mehek bisa nangis sih ? Sedih bagian mana nya coba ? Ah,….but,I love you Ma… )

My self Scumbag : Beyond Life and Death

Ivan ‘scumbag’ Firmansyah-nya Burgerkill dan Saparua dan Ujung Berung ( Bronx ) ( yang 1000 perak dari kos-kos an) dan Persib dan semuanya yang ada di setelah kantor Bersama-Samsat kota Bandung,sepanjang Jalan Soekarno-Hatta antara tahun 1997-2000.Kok,jadi pada ngetuk – ngetuk di kepala ya?

Persib-Saparua-Awewe (hehehe).Pas baca buku ini ideologi itu datang lagi,tapi kalo liat umur, kayanya gak mungkin juga ya ? hehehe…

Grizzly

Selain The Doors,Rolling Stones dan yang baru 1 tahunan ini gua suka,John Mayer ( in which I asking to my self about this guys ” Where have youuu been atuh akaaang…?” ) gak ada yang bisa bertahan lama di playing list – nya gua.

Okelah untuk Broery vs Dewi Yull, untukEbiet G Ade, untuk Burgerkill, untuk Koil.Itu mah bisa dianggap sebagai pengecualian saja 😀

Singkatnya,Is about the singer not the song.Begitulah kira – kira kalo mau di-idealisme-kan.Idealisme dalam artian nggak ada pihak ketiga,siapapun itu.Yang tercampur tangannya terhadap ke-sukaan-nya gua terhadap satu band atau solois…Yaikkkssss!

(Kayak unfaithfull-nya Rihanna misalnya.Yang mana Rihanna sendiri-nya aja Is not my cup of coffee,dan karena seseorang saja jadi my cuf of coffee,dan setelah seseorangnya pergi jadi not my cuf of coffee lagi.Huks,huks,huks)

( Ah,sudahlah,sudahlah,sudahlah)

***

Anyhoo,Koil dengan ‘Semoga Kau Sembuh Part II’-nya ternyata nyaman -nyaman aja dipasang di volume 20-an.Sore-sore,pulang kerja,diantara crowded nya suara tidid-tidid-tidid angkot ditengah rutinitas kemacetan kota Bandung.

“Tak ada guna kita mencari mengejar mimpi,Kau berpacu memburu langit yang sangat tinggi,Dan apa yang kita jalani dan hadapi,Membuat mu buta mengosongkan jiwa

Dalam tangis dan tawa kurawat jasadmu,Mencintai diriku,Beberapa jiwa yang aku jaga,berbaring tak berdaya,Untuk ini kukorbankan dan waktu berlalu, Semoga kau sembuh

Doh,melesak deh hatinya…

Lirik dan judulnya,sengaja atau nggak.Terkorelasi dengan apa-apa yang mau gua omongin sama seseorang,bisa dikatakan doa-doa lah.Seseorang yang bernama : Drama queen-ku yang sekarang sudah menjadi drama queen-nya.Semoga lekas sembuh

(Diliat dari tatapan matanya terhadap gua yang seperti ‘ Old Shutterhand yang akan menikam beruang Grizzly dengan sebilah pisau’ Itu artinya dia bener – bener belum sembuh,dan itu bikin gua nggak nyaman at all,tapi gua mau mendoakannya pada satu titik)

Ditengah ketidakberdayaan akan undang – undang DLLAJ yang tidak tersurat tentang angkutan umum,kanan-7 kiri-5/net.Keingetan pembahasan dengan seorang temen sebulanan yang lalu.Bahas ini salah satunya

Dengan seorang Mpo yang bernama Rena,Porena.Member of the Order of the Ponari empire,kalo boleh gua nyebutin gelar.

“Mungkin kamuh masih meny…,mungkin belum mere…,Jadi bikin kamuh tidak nyaman akan sikapnya”

“atau jealous kali ? ‘

“Seriously.S-E-R-I-O-U-S-L-Y ?’

Arrgghhh,oke deh kalo mau buka-bukaan.Dari hati yang paling dalam,entah ada dimana itu.Bener kalo gua akan berhuks-huks-huks dan menjadi manusia gua ibarat kata ( what was thats ? hehe ) dia beneran merit pada ahirnya.Tapi kan dengan gua yang sekarang ini,yang seperti para ksatria Apache.Berhuks-huks-huks nya juga akan lama ko,paling banter 1 hari ( or molor sampe 3 hari ) ( or 1 minggu lah paling lama menjadi manusia gua-nya,dengan catatan If I can’t found another of her pas hari-h-nya itu juga )

Jadi kemungkinannya hanya 20% ‘untuk meny… dan mere… ‘nya

And for jealous….?

Can be jealously magically appear after I spend the last 2 years pretending she do not exist in the universe,Can be ? Yang jelas gua gak akan dan gak mau terus-terusan di tatap sebagai beruang grizzly.Only thats I wanted now

Gilaaaaaaa,Self-help banget nggak sih,postingan gua yang ini ?

Whuaaa…whuaaa….whuaaa….

Currently-listening to :

Semoga kau sembuh part II
By Koil

Dan akhir yang bahagia,Melayani waktu melewati rinduku,Menyanjung harapan menghentikan perang,Doakanlah yang telah tiada,Semua ini kulakukan selama waktu berlalu,Semoga kau sembuh

Catatan long weekend

Long weekend kali ini kayanya penuh warna banget buat gua,signalnya kenceng banget.Dari mulai sabtu pagi di kritik abis-abisan oleh seorang teman jauh,Neng Ratu sya.Yang bahwa katanya ; Gua itu nge-gemes-in karena selalu tersandung di batu yang sama,dan bahwa katanya lagi,gua itu tidak move on.Dilanjutkan dengan ejekan-ejekannya tentang cara spelling “move on” antara yang pake ‘P’ dan yang pake ‘F’ atau ‘V’ gitu ya ?

Iya gitu ? Orang Sunda yang baik itu harus selalu Nyunda,baik itu dalam SLI,english languange.Ataupun SLJJ,gaol languange.Dimanapun dan kapanpun.Itu bisa dijadikan pembenaran sekaligus pembelaan buat gua 😀

Yang paling bikin mantabs itu adalah kata-kata penutupnya ” Daaaaahhhhhh” itu yang nadanya seperti Axl Rose di Welcome To The Jungle.Falseto-soprano tapi tanpa petikan melodius dari Slash the magician.I tell Ya ! Membran anak kecil usia di bawah 8 tahun dipastikan akan bolong – bolong karena tidak akan kuat menahan gelombang ultrasonic-nya itu.Serius !

Trus siangnya,transit di bus shelter-nya bypass.Dalam rangka menunggu angkutan yang akan mengangkut gua ke kampung halaman.Kursi panjang yang damai,mimpi tersulam tukang roko dan silhuet tiga anak SMA,sedikit terusik oleh loving couples yang sedang berantem.Adegannya cukup seru,mengingatkan gua akan Satine dan Christian-nya Moullin Rouge,sangat vintage.Tapi,tidak vintage lagi pas udah lima menit berselang, waktu ada scene National Geographic yang lewat gitu aja.Anjing,Babi dan Monyet keluar semuanya

EKSPRESINYAAAHHHH ! EKSPRESINYAAAHHH !! Edan lah pokonya

Came to think of it.Ko bisa ya, berantem di jalanan sampe seheboh itu ? Atau mungkin bener kali ya, apa yang di omongin sama si-mbah-nya psikoanalisis itu ? Di bukunya Civilzation and Its discontens,Sigismund Schlomo Freud : “Memuaskan naluri liar jauh lebih dapat dinikmati tak terbandingkan daripada memuaskan naluri yang berbudaya”

??????

( Ya Alloh,jangan sampeee teori-nya freud kejadian sama akuh di jalanan.Di ‘kamar’ bolehlah,heuheuheu )

Nggak tahu ujung ceritanya seperti apa ( dan nggak pengen tahu juga ).Terselamatkan dengan datangnya angkutan yang di tunggu – tunggu.

Sampe di tempat tujuan lebih sore dari yang di rencanakan.Pas nyampe depan rumah,aroma kamp konsentrasi Buchenwald-nya Adolf Hitler udah tercium ? Oh,rupanya e-ma gua,nenek-gua,bibi-gua lagi pada kumpul masak daging untuk jamuan nikahan seorang sepupu,besok.

Tapi tetep,nggak bisa di jadikan alasan apapun,tidak dan tidak akan bisa merubah gua.Gua nggak suka daging,I hate daging’s.Walaupun karena ini, resolusi nambah berat badan jadi 55 kilo bakal kerasa paling berat diantara resolusi yang lainnya.Fuck thats-lah,kalo urusannya udah sama daging

Anyway,para sepupu,ponakan – ponakan,dan sodara – sodara yang lain meyambut gua dengan gegap gempita.Sedikit remeh – temeh ke sodara yang lebih tua,dilanjutkan ngobrol-ngobrol dengan sepupu yang akan menjadi ‘Queen of belah duren’ , di teras rumah.Tapi ko,baunya masih kecium ya? Buchenwald-nya ? Ahirnya pindah ke tempat yang lebih nyaman lagi.Depan,depan-nya lagi depan rumah.

Si calon ‘Queen of belah duren’ ini mencoba meyakinkan gua.Di iringi dengan bujukan dan rayuan kalo gua akan terlihat lebih ganteng lagi,kalo misalnya gua mau menjadi Schutzstaffel-nya.Schutzstaffel ? Itu loh,skuadron pelindung yang pake baju adat,yang pake bendo yang nantinya bakal bawa-bawa payung di belakang kedua mempelai itu tuuhhh…

Oh my gods ! Not again…???

Pertama.Gua nggak Mau
Kedua.Masih ogah

Yang ketiga,pas commandante panitia ( om-nya sekaligus om-gua ) ikut nimbrung dalam diskusi ini.Senyumannya yang khas,seringai-nya yang berkarakter dan kilatan matanya yang artikulatif.Meluluhkan hati gua.Damn ! Kejadian lagi deh…

Why me? Why always me…???

Tapi beneran deh,walopun gw jadi Schutzstaffel dan nggak kuat mencium bau Buchenwald.Ko rasanya long weekend kali ini gua ngerasa deket banget sama keluarga,keluarga besar.Udah lama banget kayanya gua nggak ngerasain rasa yang seperti ini,bercengkerama,ber remeh – temeh,saling ledek,tidur dengan gaya moderat-tumpuk pindang,begadang dan toss-toss an gelas kopi bareng para om,ohhhhhhhh,Thanks Gods

And oh,btw.Gua masih nutup idung pas gua menganggukan kepala bahwa gua setuju untuk menjadi Schutzstaffel-nya besok.

Buchenwaaaaaaaaaaaaaaaaald! Arrggggghhhhhh…

Currently-Listening to :

I can see clearly now
by Bob Marley

Oh yes I can make it now,the pain is gone.All bad feelings have disappeared here is the rainbow I’ve been prayin for Its gonna be bright ( bright ),bright ( bright ) like sun-shiny day.Look all around,there’s nothin’ but blue skies,Look straight a heads,there’s nothin’ blue skies