Untuk Abah

Telah berpulang ke Rahmatullah.Seorang pekerja keras dan pemikir tercemerlang yang pernah ada.


Innalillahi wa innalillahi rajiuun
Dahlan bin Darma

(14-08-1944) – ( 26-10-2008)

Tidak dan tidak akan pernah lupa ketika ;

Bersama – sama menonton wayang-nya Asep Sunandar Sunarya,mendengarkan tembang sunda-nya Cicih Cangkurileng.Petualangan.Berjalan – jalan di pasar minggu-nya Dieng dan pasar rebo-nya juga,beli pisang dan telur burung puyuh dan maenan kayu dan permen gula merah dan layang-layang.Mengenalkan apa itu gunung,dingin,nasi jagung,bahasa jawa di umur 3 tahun.Menyalakan petromaks!.Hadiah!,baju koko pertama dan jam tangan-nya juga.Banyak pelajaran tentang “Agama” “Hidup” dan “Menjadi laki – laki”,beberapa bentakan serta 25 Tahun yang penuh dengan kenangan.

“Terimakasih telah menjadi seorang Kakek,Ayah sekaligus Guru yang tanpa cela sedikit pun.”

PS :Mohon doa dari semuanya ( semoga arwah beliau di terima di Khadirat Allah Swt ).

Doaku,

Anakmu,Cucumu

Between frog and me

Hello folks,lagi mendengarkan “Dalam pekatnya” neweta ( or nueta ) dan termehek – mehek.

….
Aku mungkin jatuh hati
Tapi pasti patah lagi
Adilkah ini
….
( Dalam pekatnya – neweta )

Lyricsnya simpel tapi dalem,kedua vokalisnya ( lead and addition vokalnya nampol banget ) berteriak tapi rapuh,sepertinya marah tapi masih tetap romantis ( hah!,marah – romantis,ada nggak ya ? )

Anyway,pas gua denger lagu ini jadi inget sama perempuan itu ( lagi ),hanya saja konteknya saja yang berbeda,jauh malah !,lebih ke arah “pasrah or nerima” ( baca : desperate? or hopeless maybe ?).Malah sempet kepikiran buat bikin buku juga :

” 3 Langkah Sehat Bunuh Diri : disertai teori dan praktikum “

1. Makan sabun
2. Minum deterjen
3. Pake lotion anti nyamuk

( Ho..ho…ho,yeah.Im frustrated and suddenly creatives ! )

Pyuuuh,forget this ridiculous spontaneous ideas,back to main topic !

Denger lagu ini juga i felt like some a tennis ball which used in a big tournaments,melayang cepat-turun deras-di pukul raket-melayang cepat-turun deras-dipukul raket lagi-melayang lagi-turun lagi-di pukul lagi-dan lagi-dan lagi-dan lagiii…( Cuape dechhh… ! ).
Ya mungkin gua sebuah bola tenis yang di pake di satu ajang yang besar,pertandingan fenomenal yang mempertemukan Federer Nadal dan Ana Ivanovic ( bisa nggak ya ? ),but still.Its only a ball! iya kan ?

Hanya 2 orang itu saja yang dapat tepukan riuh rendahnya penonton,dan gua?.Dumbfounded really really really DUMBFOUNDED !

Well,menjadi sisi lain dari sebuah cerita mungkin tidak akan pernah menjadi sebuah pilihan, terlebih cerita itu adalah cerita tragis ( buat kita-nya),hanya saja kadang kita terlambat untuk mengetahui bahwa kita telah menjadi bagian dari cerita itu sendiri,( tanpa disadari) kita tidak memilih tapi dipilih dan tidak bisa menolak untuk bermain di cerita itu ( is flowing like as like your breathe )

Indeed,we know thats wrong,but still we doing that

Dilihat menggunakan perspektif apapun,di tarik garis tengah dari manapun,tetap!.Gak ada sedikitpun pembenaran,sudah terlalu banyak orang yang kasih peringatan dan tidak sedikit pula orang yang memberi tahu bahwa “cerita ini” akan mempunyai ending seperti “ini” ( baca : tragis ) ,seperti biasa : gua gak pernah mau denger !. Tuhan telah memberi 2 telinga,dan 2-2-nya gak pernah gua pake,its my foul blame all on me !

Gua jadi inget pelajaran biologi dulu,tentang kemampuan beradaptasi seekor kodok yang sangat lambat dan dengan amat prihatin gua harus mengakuinya ,kalo sang kodok itu mirip banget ama gua.

kodok
Seekor kodok yang dimasukkan kedalam rebusan air,dia tidak akan melompat karena kemampuan tubuhnya untuk beradaptasi pada suhu di luar tubuhnya,tepat pada saat kodok itu sadar bahwa rebusan air dapat membunuhnya,kakinya sudah tidak bisa di gerakkan lagi ( mateng ).

Gua
Seorang gua tidak mau melihat dan mendengar bahwa yang di depannya adalah api karena kebodohannya sendiri,tepat ketika dia sadar bahwa api itu panas,semuanya sudah terlambat ( berdarah-darah )

In the end gua dan kodok sama – sama kepanasan

( Cheers! for sang kodok,at least i learn something from you )

Sekian dulu postingan gua buat hari ini,mau nonton film lama.Dumb and Dumber-nya Jim carrey yang tentang dua pemuda complete idiots itu!,udah lama gak nonton film itu lagi,at least gua bisa ketawa walaupun hati gua berkata.Oh my Gods.I’m one of them!

see you at next post

eh, one more :

If anyone say to you ” I cares or loves you “,but in the otherside she/he was in engage and getting marrie soon… !. Does she/he really cares or loves to you ? nggak kan ? ( i hope,i’m wrong )…

deviantArt status :

currently watching on :
Dumb and Dumber

currently listening to :
Neweta – dalam pekatnya

Lemar : What abou love …

Besok gua dah mulai kerja itu berarti gua makan siang harus nunggu bell bunyi,pulang juga harus nunggu bell bunyi,jadi mulai besok gua mulai lagi sebagai Bell-Man.Manusia bell!

Hari ini,kemaren,kemaren-kemaren-kemaren nya lagi, gua inget trus ma “dia” ( suatu saat pasti akan gua tulis namanya disini,promise !),kalo gak percaya liat aja postingan yang ini ,disitu ditulisin betapa,mmMMmm … betapaaaah nya gua ke dia.

Gua inget dia suka lagu yang judulnya “what about love” yang nyanyi item,namanya juga aneh ,Lemar!

Nih gua tulis lyricsnya :

What if I took my time to love you?/What if I put no one above you?/What if I did the things/That really mattered?/What if I ran through/Hoops of disaster?

No one would care if/We never made it/We’re in this alone/So why don’t we face it/There is no room to/Blame one another/We just need time to/Forgive each other

What about love?/What about feeling?/What about all the things that make life/worth living?/What about faith?/What about trust?

And tell me baby…what about us?

How can I give this/Love a new beginning?/How can I stop the rain?/It’s never ending/How do I keep my soul believing?/Memories of how we/Should be keep calling

I’ll take the rivers rise
I’ll take the happy times

I’ll take the moments of disaster

Jetlags.Jadi kagak tahu harus nulis apalagi kalo yang berhubungannya ma “dia” … payah!

Just want to say : akudisiniuntukmu!

Thank you,

kaka

X-files , Hape gua dan Jim Morrison

Tidak pernah dan tidak akan gua sebut namanya disini,jadi kita panggil aja dengan X-files.X karena tidak pernah mau belajar dan files karena sekarang hanya jadi sebuah file yang hanya di buka untuk pembelajaran saja.

Harusnya hari ini,minggu ini,lebaran ini,liburan bareng dengan bungaku*.Tapi mungkin X-files lupa,atau mungkin masih tetep seperti dulu.Tidak pernah mau belajar!.Atau mungkin gua lah yang harus lebih banyak belajar lagi,bagaimana sabar itu sebenarnya,harus lebih tahu lagi arti sabar yang sebenarnya,mengalah lagi.

Masih saja seperti dulu “…da Gimana atuh…!?”, “…jadi gimana atuh…!”, kata – kata yang masih sama.

Konfirmasi dulu,pake hape…

Gua : ???
X-files : Gak bisa hari sabtu!
X-files : Soalnya,baru pada dateng!
Gua : Oh ( singkat padat,meraung-raung )

Esoknya hari minggu,masih pake hape…

Gua : Senin,dijemput ya?
X-files : Gak bisa..
X-files : Kita mau maen…
X-files : Ke WATERPARK…!!!
X-files : GIMANA ATUH… ( see!,that what i means …)
Gua : ( dalam hati ) …MUKA LU WATERPARK !!!
Gua : Oh
Gua : Ya udah,ntar – ntar aja lagi,dijemputnya…

Klik,dan hape gua pun paburisat*

Well,itulah hidup,hidup itu indah. Kita harus sabar,karena orang sabar di sayang sama Alloh,dan orang sabar juga harus banyak beli plester buat Hape.AKKKKKHHHH repleks!

Pernah denger yang namanya Jim Morrison si Lizards King itu?!,you know what…?.Sekarang gua nari – nari persis seperti Jim Morrison,dan tentunya sambil mikirin bagaimana caranya beli hape baru.Hidup itu memang indah prendss!.Believe me!

Hadirin sekalian,seperti inilah tarian erotis seorang yang tiba – tiba harus kehilangan hapenya atas kegeblekannya sendiri.Perhatikan baik – baik dan jangan sampai hal itu terjadi pada hadirin sekalian.Don’t loose the lesson.Amin


:: Jim Morrisson As Gua ::

Dictionary

Bungaku :
The reason kenapa gua harus lebih banyak belajar lagi apa itu sabar yang sebenarnya.

Paburisat :
Bahasa sunda,pengganti kata untuk hancur berkeping – keping atau buyar atau tidak konsentrasi atau BEBASLAH! gimana anda – anda sekalian.